foto- Bendungan mekuris kosong melompong
BOJONEGORO- Memasuki musim kemarau, sebagian petani aliran waduk pacal mengeluhkan pembagian air untuk wilayah pacal kanan, selama ini pembagian air untuk petani pengguna air waduk pacal kanan masih dianggap tidak merata, pasalnya, beberapa kali aliran air yang dilakukan pihak UPT PSDA Kabupaten Bojonegoro dan BBWS diduga hanya berhenti di pintu air Desa Pohbogo Kecamatan Balen.
Saat ini, beberapa bendungan wilayah timur aliran pacal kanan sangat membutuhkan aliran air untuk tanaman Polowijo, sedangkan kondisi pintu air di wilayah Kecamatan Balen sangat melimpah air, dugaan melimpahnya air di wilayah Kecamatan Balen tersebut dikarenakan ada sebagian petani menanam padi pada musim tanam ketiga saat ini.
Seperti yang diungkapkan Sutaji Kades Kayulemah Kecamatan Sumberrejo, dirinya mewakili petani diwilayahnya, sudah berkirim surat kepada UPT PSDA Kabupaten Bojonegoro meminta aliran air untuk menopang kebutuhan tanaman Polowijo dan mengisi embung desa sebagai stok air saat dibutuhkan petani. Hampir satu bulan permintaan air tidak digubris, padahal tanaman Polowijo di wilayah kami sangat membutuhkan air” tuturnya. Pada (29/7/23).
Dirinya menganggap aliran air yang selama ini turun tidak merata, akibatnya tanaman Polowijo diwilayah kami menjadi tidak maksimal alias kepeng, bisa jadi tanaman Polowijo kali ini gagal total. Saat ini kami hanya menerima surat balasan dari juru air kalau untuk mengisi embung belum ada keputusan dari PPK” ucap Sutaji.
Kalau pembagian air tidak merata, ini sama halnya pihak UPT PSDA Kabupaten Bojonegoro tidak sesuai RTOW yang diusulkan sejak awal ” tambahnya.
Menanggapi kabar pembagian air di pacal kanan tidak merata, Sutrisno selaku pengamat memampik kalau pembagian air tidak merata, saat ini masih proses mengairi bendugan wilayah timur yakni bendungan mekuris, selain itu kami juga melayani non teknis ” kilahnya.
Hingga saat ini, bendungan mekuris yang kabarnya ada pengiriman air dari pacal kondisinya masih kosong melompong dan petani wilayah timur masih berharap ada pemerataan pembagian air untuk tanaman Polowijo diwilayahnya. (Red).












