Foto- ilustrasi net
BOJONEGORO,- Panen Raya musim tanam tiga ( MT3) tahun 2025 yang dirasakan para petani di aliran sungai pacal kemarin sangat memuaskan, alhasil sejumlah wilayah di bantaran sungai pacal yang nekad menanam padi berhasil dan sukses atas suplai aliran air dari sungai pacal.
Puncak panen raya padi pada musim tanam tiga (MT3) di bulan November hingga Desember Tahun 2025, atas keberhasilan tersebut rupanya ada isu yang beredar bahwa ada upeti terendus yang wajib disetorkan kepada oknum pejabat UPT PSDA WS Bengawan Solo di Bojonegoro oleh sejumlah petani di aliran sungai pacal tepatnya di Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro.
Dugaan upeti tersebut mencuat setelah ada beberapa informasi didapat oleh pewarta di lapangan, bahwa ada oknum Perangkat Desa NR di Kecamatan Balen melakukan upaya pengumpulan dana hasil panen di beberapa wilayah di kecamatan Balen yang kemudian disetorkan ke oknum pejabat UPT PSDA WS Bengawan Solo di Bojonegoro.
Tak main-main, Puluhan juta rupiah per desa setor ke Oknum pejabat UPT PSDA WS Bengawan Solo di Bojonegoro, melalui oknum perangkat desa di Kecamatan Balen ” ucap sumber yang tidak mau disebut namanya.
Meski salah satu Kepala Desa di Kecamatan Balen saat dikonfirmasi wartawan, menampik dan tidak ada iuran yang dikumpulkan saat musim padi tanam ketiga (MT3), hal ini tidak menyurutkan investasi awak media di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Solin salah satu Pengamat UPT PSDA WS Bengawan Solo di Bojonegoro saat dikonfirmasi wartawan, Pada (15/1/25) enggan berkomentar banyak saat disinggung soal ada dugaan aliran upeti mengalir deras ke UPT PSDA WS Bengawan Solo di Bojonegoro.Mohon maaf setau saya tidak ada bapak” singkatnya.
Hingga berita ini ditayangkan, awak media masih terus melakukan investigasi adanya dugaan upeti setiap panen raya padi tiba di musim tanam tiga (MT3).(*).
Bersambung….












