Bojonegoro – Cerita pilu warga Desa Balongcabe Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro yang rumahnya terdampak proyek dari dinas PU SDA Bojonegoro yang saat ini masih berharap ada ganti rugi.
Rumah sisi samping milik Mbh Jinten ini harus rela dirobohkan karena Sisi sungai harus dibangun tebing penahan yang menurut kondisinya sangat mepet dengan sungai, dirinya pasrah namun juga berharap ada ganti rugi bangunan yang terpaksa dirobohkan.
Mbh Jinten (50) hingga saat ini masih berharap ada ganti rugi dari Pemerintah, dirinya sempat menanyakan kepada pihak kontraktor saat mengerjakan proyek didekat rumahnya,namun nenek tua tersebut hanya dapat janji hingga saat ini tidak terealisasi.
” Katanya suruh nunggu proyek selesai mas,tapi ya sampai proyek selesai malah tidak ada kabar” keluh Jinten pada media ini.Pada (3/1/2023).
Saat itu , Alat berat tidak bisa masuk kelokasi, jadi rumah sisi samping milik saya ini dirobohkan agar bisa dilalui alat berat , Kalau proyek selesai akan dibangun kembali ,tapi malah pamit gak kembali” cerita mbh Jinten.
Mbh Jinten berterima kasih kepada kadesnya ,karena sudah membantu memberikan bantuan asbes untuk pelindung atap rumah saya dan bisa melindungi kamar untuk istirahat tidak lagi bolong.
Terpisah, Kades Balongcabe saat dikonfirmasi wartawan ini perihal nasib rumah mbh Jinten belum dijawab.
Hingga berita ini ditulis pihak pelaksana proyek dan Dinas PU SDA Bojonegoro masih belum dapat dikonfirmasi perihal keluhan warga atas dampak proyek tersebut.(red).












