Sukaeri, salah satu orang tua siswa saat menguji putrinya dalam Munaqosyah Tahfidz Terbuka. Sabtu, (13/06/2026). (Dok- Machmud Shofi)
BOJONEGORO,- Pagi yang cerah dan sinar matahari mulai menyengat menjadi pemantik siswa MTs Muhammadiyah 3 (Muga) Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, dalam mengikuti Munaqosyah Tahfidz Terbuka.Pada Sabtu, (13/06/2026).
Uji publik Tahfidz Al-Qur’an Ini diikuti 40 siswa MTs dari kelas VII A, VIII A dan IX A (kelas unggulan tahfidz). Menghadirkan orang tua dari siswa sebagai penguji dan saksi atas capaian hafalan. Munaqosyah berlangsung dengan khidmat di Aula MAM 1 Sumberrejo.
Munaqosyah tahfidz terbuka meghadirkan 2 penguji Tahfidz yaitu Ustadz Sudarsono Lc, M.Pd. dan Ustadz M. Taufiq, masing-masing selaku Imam Besar Masjid At Taqwa Sumberrejo.
Kegiatan munaqosyah ini merupakan agenda rutin setiap akhir tahun yang bertujuan untuk mengevaluasi dan mengukur kemampuan siswa dalam tahfidz Al-Qur’an.
Sambutan Kepala dan Penguji Tahfidz
Pada saat pembukaan, Kepala MTs Muga Sumberrejo, Khoerul Isnaini S.Pd dalam sambutan mengucapkan “terima kasih kepada Bpk/ibu wali murid sudah hadir pada Munaqosyah Tahfidz Terbuka. Tujuan kami menghadirkan Bpk/ibu untuk menyaksikan hafalan putra putrinya, sejauh mana kemampuan anak-anak.” Katanya
“Kami menggangu waktunya “mboten” Bpk/ibu? Dijawab wali murid serempak, “mboteenn”. Ini waktunya panjenengan kerja dan beraktifikas, maka kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya atas kehadiran Bpk/ibu semua.” Aturnya
“Panjenengan akan “mersani” putra putrinya yang akan diuji oleh dewan penguji Ustaz Sudarsono Lc, M.Pd. dan Ustadz M. Taufiq. Munaqosyah sebagai ujian untuk mengukur kelancaran dan ketepatan dalam bacaanya, kefasihannya, keindahannya juga untuk ketartilannya.” Katanya
“Saya juga berharap anak laki-laki nanti menjadi imam masjid dan yang putri menjadi ummi yang sholehah, karena pendidikan yang pertama adalah dari ibu. Target untuk kelulusan di MTs Muga 6 juz. Juz 1, 2, 28, 29 dan 30. Kami tidak bisa bekerja sendiri, kami mintak Bpk/ibu juga memantau dan “ngecek” hafalannya anak-anak, harapannya nanti ada kemajuan. Agak menarik munaqosah terbuka dan uji publik dari dewan juri, guru dan orang tua langsung. Untuk lancarnya acara ini saya buka dengan membaca basmalah, Bimillahirrahmaanirrahim.” Pungkasnya
Ustaz Sudarsono Lc, M.Pd. selaku dewan penguji dalam sambutannya mengatakan “bersyukur saya berada ditengah-tengah para penghafal Al-Qur’an. Tidaklah salah seorang membaca dari Al-Qur’an, melainkan disitu ayat yang dibacanya akan dilipatkan menjadi 10 kebaikan.” Katanya
“Alhamdulillah, tidak salah panjenengan menyekolahkan anak di MTs Muga sumberrejo, di MTs Muga anak-anak diajarkan tahfidz, kelak anak kita akan membawa mahkota diakherat kelak untuk orang tuanya termasuk gurunya. Anak yang sholeh salah satunya akan menjadi wasilah kita untuk membawa ke syurga.” Pungkasnya
Uji Publik Munaqosyah Tahfidz terbuka
Pada saat sesi uji publik, Siti Mualimah, S.Pd, selaku Wakil kepala Urusan Kurikulum MTs Muga Sumberrejo memandu munaqosyah dengan memberikan kesempatan kepada wali murid dan guru untuk menguji hafalan siswa dan anak-anaknya. Maka Sukaeri, spontan langsung maju sembari menyalami penguji dan guru kemudian bertanya kepada anaknya. Putrinya bernama Jannatin Aliyah Qory, siswa kelas 7A langsung melanjutkan sambung ayat yang disampaikan ayahnya dengan lancar.
Dilajut Khoerul Isnaini, S.Pd selaku kepala madrasah ikut menguji siswanya dan diikuti dengan bpk/ibu guru ikut menguji langsung hafalan Al-Qur’an siswa. Alhamdulillah sesi awal siswa berjajar 5 menghafal dengan lancar. Dilajut dewan penguji menguji siswa penghafal dari sesi awal sampai akhir, dari awal surat dan sambung ayat.
Terlihat sebagian kecil siswa merasa “grogi” karena dilihat dan disaksikan langsung oleh orang tuannya saat tampil hafalan tafidz Al-Qur’an. Meskipun demikian, siswa dapat menyelesaikan Munaqosyah Tahfidz Terbuka dengan lancar.
Saat akhir, ada evaluasi dari Ustadz M. Taufiq, pada evaluasinya beliau mengatakan “ketepatan bacaan, kekuatan hafalan, itu semua dibutuhkan dalam hafalan Al-Qur’an. Dibutuhkan ketekunan dan “ketlatenan” diiringi sabar kunci tahfidz Al-Qur’an.
kontributor- Machmud Shofi.












