Bojonegoro – Pekerjaan peningkatan jalan Desa Tlogoagung Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur melalui bantuan keuangan kusus desa (BKKD) Tahun 2022 di duga tidak mengikuti arahan Juknis dan terindikasi tipis.
Pada umumnya, mengacu pada juknis dari Dinas Pekerjaan umum ( DPU ) Kabupaten Bojonegoro Teknik untuk perkerjaan pengaspalan ada dua metode,seperti”
Aspal dengan spesifikasi. lapis penetrasi dan Hotmix
-Makadam Baru Telford 20 cm.
-lapisan penetrasi 5 cm.
-Laston lapis Aus /AC-WC(Aspal- Concrete- wearing course) dengan tebal 5cm.
Yang kedua , Hotmix 2 lapis
-leveling( lapis pondasi Agregat kelasA)
-Lapis pertama berupa permukaan Antara/AC-BC (Aspal concerate-Bearing course) dengan tebal 6cm.
-lapis kedua berupa laston lapis Aus/AC- WC (aspal courserate- wearing course) dengan tebal 4 cm.”
Dari pantauan Media dilokasi, Pada (16/12/2022) Kondisi pekerjaan baru dimulai pada tahap kedua, Namun ada yang aneh dan ada dugaan dikerjakan dengan panyiasatan mengurangi ketebalan dan beberapa matrial, regulasi seperti pembongkaran dan biaya angkut yang ada pada RAB , hal ini juga membuat daya kekuatan jalan kurang maksimal.
kontruksi bangunan jalan aspal tersebut aneh bin ajaib, paving lama tanpa dibongkar dan langsung di beri bahan material batu 2/3 ( koral), memang cepat dalam pelaksanaan proyek,namun kondisi pemadatan bawah ini bisa berakibat fatal ( ambles) pada jalan aspal.
Selain itu, paving yang semestinya aset desa juga masih bisa digunakan sebagai bahan untuk alokasi fasum yang masih perlu diwilayah setempat.
Sarjono ketua timlak Desa Tlogoagung saat di konfrimasi lewat telpon seluler terkait metode pekerjaan pengaspalan sudah mengunakan metode juknis , pihaknya sudah mengacu pada RAB dan sudah kordinsi sama pihak Dinas PU.
Untuk pekerjaan pengaspalan ini sudah sesuai RAB dan di setujui oleh pihak dinas PU mas” tuturnya pada (17/12/2022).
Hingga berita ini ditulis, pihak Dinas PU Bojonegoro masih belum dapat dikonfirmasi soal teknis pekerjaan BKKD yang sudah berjalan di desa Tlogoagung Kecamatan Kedungadem. (Red).












