BOJONEGORO – Desa Jono Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, adalah salah satu desa yang mempunyai aneka ragam kesenian dan kerajinan . Salah satunya yang menonjol hingga tersohor ke seluruh nusantara adalah kerajinan batik .Dengan tersohornya kerajinan batik tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan mandat untuk mengikuti Penilaian Geopark menuju UNESCO .
Sejak tahun 2009 kerajinan batik ini berdiri , sampai saat ini sudah ada delapan kelompok pengrajin kain batik yang rata – rata mempunyai sekitar 10 sampai dengan 15 orang tenaga kerja untuk membatik .
Ada ciri khas tersendiri dari batik yang di kelola pengrajin batik di desa Jono Kecamatan Temayang ini hingga pasarannya sampai ke seluruh penjuru Nusantara . Untuk mewarnai kain batik tersebut di buat dari bahan – bahan alami yang mudah di dapat di sekitar desa Jono , berupa daun – daunan dan akar tumbuhan yang hidup di hutan .
Satu potong kain batik buatan pengrajin desa Jono di jual rata – rata Rp 2 juta rupiah dan dalam satu bulan bisa meraup untung 50 hingga 70 juta rupiah perbulan .
Ada 9 motif batik khas Bojonegoro ( desa Jono ) yaitu ; Pari Sumilah , Sata ganda wangi , Parang dahana mungal , Jagung miji emas , Mliwis Mukti ,Gatra rinonce , Rancak Thengul , Parang sekar rinambat ,dan Sekar Jati .
Sampai saat ini,Pengrajin batik khas Jono yang di prakarsai oleh Mak Ni sudah mempunyai brand tersendiri yang bisa menembus Unesco yaitu , Motif Negeri Atas Angin , Thengul , Khayangan Api dan Motif Geopark .
Untuk yang terbaru motif batik dari desa Jono , sesuai dengan program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yaitu Motif Gayatri .
Tempat pengrajin batik milik Mak Ni ini sering di jadikan tempat para Siswa untuk belajar membatik . Tidak hanya siswa dari Bojonegoro saja Siswa – siswa luar kabupaten juga banyak yang mengunjungi dan belajar di tempat ini .
Team Geopark Nasional yang melakukan penilaian merasa terpukau setelah melihat dan mendengarkan langsung oleh sang pemilik Usaha sekaligus ketua kelompok pengrajin kain batik khas Bojonegoro . Team Geopark Nasional datang bersama rombongan dari Dinas Perdagangan , Perindustrian dan Koperasi di desa Jono untuk melakukan penilaian, pada Jumat (19/6/26).
Kepala Desa Jono Hj . Henis Meindrawati dalam keterangannya bahwa sudah sesuai kalau desa Jono mempunyai sebutan desa Wisata dan Budaya . Desa Jono mempunyai banyak kesenian dan kerajinan .
Dengan terpilihnya untuk mewakili dalam.penilaian menuju Geopark Unesco , semoga desa Jono makin Go Nasional hingga Internasional untuk kemajuan dan kemakmuran rakyatnya itu harapan Kami” ungkapnya.
Semoga dalam penilaian ini di desa Jono semakin banyak masyarakat yang berminat untuk menjadi pengrajin batik , dan bisa banyak menyedot tenaga kerja sehingga tidak ada lagi pengangguran di desa ini ” harapnya . ( ag / red ).












