Bu Kades Saat Tinjau Lokasi Jalan Amblas di Dukuh Kajangan (dok)
BOJONEGORO – Jalan poros desa Jono Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro yang berlokasi di dukuh Kajangan RT 16, amblas dan bahayakan penguna jalan. Amblesnya jalan tersebut membuat sejumlah kendaraan bermotor baik roda empat maupun rodo dua harus berhati-hati saat melintas.
Ambrolnya jalan desa tersebut bukan karena faktor alam melainkan karena dugaan lalainya PDAM Bojonegoro yang mengelola air bersih bocor dan patah namun tidak segera di adakan perbaikan.
Air dari patahan pipa menggerus lapisan tanah lambat laun terkikis air sehingga menimbulkan lapisan tanah sedikit demi sedikit terbawa air membuat ambrolnya jalan tersebut .
Perlu di ketahui, jalan desa tersebut merupakan jalan akses utama untuk menuju desa Pancur dan desa Panemon kecamatan Sugihwaras.
Salah satu Warga dusun Kajangan Rt 16 Sutrisno (57) menuturkan, bahwa kondisi putusnya pipa PDAM sudah terjadi sekitar tiga bulanan , namun petugas mengabaikan kejadian tersebut .
Putusnya berada persis di tengah – tengah jalan tepat pada sambungan pipa sehingga sulit untuk di tangani oleh warga . Sebetulnya pada lokasi tersebut ada tiga titik yang bocor dan aliran airnya sampai saat ini masih deras membuat tanah dan pasir terbawa oleh air , sehingga tepi jalan tersebut ambrol dan hampir putus mengingat jalan ini berada di tepi sungai ” ungkapnya .
Sementara, Kepala desa Jono Henis Meindrawati ketika di jumpai awak media ini di lokasi pada , ( 17 / 06 / 2026 ) menuturkan,Pemerintahan Desa sudah semaksimal mungkin untuk menggunakan anggaran desa dalam perbaikan jalan . Namun karena ada pihak ketiga yaitu PDAM yang mengelola air bersih yang tidak segera melakukan perbaikan sehingga merugikan Kami dan Masyarakat pengguna jalan .
Saya berharap dengan kejadian seperti ini pihak PDAM segera melakukan perbaikan pada pipa yang terputus maupun bocor atau pecah , dan juga memperbaiki jalan yang rusak akibat gerusan air” tuturnya.
Siapa lagi kalau bukan PDAM yang bertanggung jawab atas kerusakan ini , karena akibat kebocoran Pipa sehingga membuat jalan ini menjadi ambles dan Ambrol ” ungkapnya .
Masih menurut Hj . Henis , kalau terlalu lama pasangannya Saya khawatir akan bertambah parah dan jalan tidak bisa di lewati kendaraan , ini akan menambah persoalan rumit bagi pengguna jalan dan perputaran ekonomi bagi masyarakat .
Jadi Saya tegaskan kembali pihak PDAM dan juga Pemerintah Daerah Bojonegoro untuk segera menyikapi hal – hal seperti ini dan jangan ada yang di rugikan ” tegasnya . ( ag / red ).












