BOJONEGORO – Dukung ketahanan pangan, Pemerintah Pusat memberikan kebijakan 20% dari Dana Desa (DD) untuk melakukan penyerapan pada tahun 2025. Namun, aspek dilapangan masih belum memberikan dampak baik bagi masyarakat pedesaan, seperti proyek untuk tembok penahan tanah (TPT) pada Jalan usaha tani (JUT( di desa Ngadiluwih Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro, sangat jauh dari spesifikasi dan terlihat mangkrak.
Dari hasil pantauan Awak Media ini di lokasi pada (12 / 01 / 2026) terdapat proyek TPT amburadul tanpa papan informasi, ironisnya, Spesifikasi material jauh dari RAB dan di duga ada pengurangan ukuran besi .
Melihat kondisi di lapangan bahwa Proyek TPT tersebut menggunakan pondasi Batu kapur Kumbung ” ( jawa red ) dan menggunakan besi ukuran 6 MM.
Dari temuan tersebut di duga proyek Tembok Penahan Tanah ( TPT ) Siluman menggunakan anggaran ( APBDes ) tahun 2025 .
Pertanyaannya ;
Lantas apa yang membuat anggaran tahun 2025 sampai saat ini masih mangkrak ? Lantas siapa yang bertanggung jawab atas pekerjaan dan keuangan desa ? , apakah sudah pernah dilakukan monitoring oleh team Kecamatan ? Lalu bagaimana cara pembuatan SPJ nya jika pekerjaannya tidak rampung.
Salah satu Warga Desa Ngadiluwih yang minta di rahasiakan namanya kepada Awak Media ini menuturkan, Proyek TPT untuk jalan Usaha Tani tersebut berasal dari anggaran tahun 2025 . Benar Pak ini tahun anggaran 2025 kalau tidak salah ini anggaran untuk ketahan pangan bersumber dari Dana Desa “tuturnya.
Tentang nilainya saya kurang jelas. Namun, yang pasti kami warga masyarakat sangat di rugikan oleh Pemerintahan Desa karena mangkraknya pekerjaan ini . Selain itu mutu dari Proyek ini juga kurang meyakinkan kwalitasnya karena menggunakan bahan material yang kurang bagus dan tidak sesuai ” ungkapnya.
Menurutnya , kalau ini tidak segera di selesaikan, kami akan tanyakan langsung ke Desa bersama warga yang lain beramai – ramai supaya Pemerintahan desa bisa transparan tentang penggunaan keuangan Desa . Ini uang kami juga dari bersusah payah membayar pajak , jangan seenaknya saja menggunakan uang rakyat untuk kepentingan pribadi ” tegasnya.
Sampai berita ini di tayangkan, Awak media ini masih menulusuri berasal dari mana Sumber anggaran tersebut, lantas apa yang membuat terhentinya pekerjaan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Ngadiluwih. ( ag / red ).












