Desa  

Seni Batik dan Fosil Ikan Hiu Desa Jono Bojonegoro Ikuti Penilaian Verivikasi Geo Prak Nasional 

admin
Img 20250612 wa0012

BOJONEGORO – Desa Jono Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro merupakan sebuah desa dengan sebutan desa Budaya . Ini semua karena melekat dengan banyaknya ciri khas budaya daerah seperti Tayub dan Seni Jaranan Kepang . Selain seni Budaya Daerah tersebut, Desa Jono terkenal akan kerajinan kain batiknya .

Ciri Khas Batik Desa Jono telah di tetapkan sebagai Batik Ikon Bojonegoro . Ada sembilan motif batik yang di tetapkan oleh Bupati Bojonegoro dengan nomor ketetapan 188 / 50 / 412 .11 / 2010 , pada tanggal 25 Februari 2010 . Adapun sembilan motif khas batik Bojonegoro yaitu ; Pari Sumilah , Soto Gondo Wangi , Parang Dahono Mungal , Jagung Miji Emas , Mliwis Mukti , Gatra Rinoce , Renchak Thengul , Parang Sekar Lembu Rinambat dan Sekar Jati .

Dari ciri khas batik alami yang di buat oleh Ibu – ibu rumah tangga di Desa Jono, Mak Ni panggilan akrabnya kini menjadikan tempat wisata dan belajar membatik dari para Siswa Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi .

Melihat Potensi yang ada di Desa Jono , Dinas Pendidikan , Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bojonegoro bersama Tim Penilain Verifikasi dan Validasi Geopark Nasional ( UGGP) UNESCO Global Geopark tahun 2025 berkunjung dan melakukan penilain di dua tempat sekaligus yaitu tempat pembuatan kain batik dan penemuan Fosil Ikan Hiu pada ( 12 / 06 / 2025)

Img 20250612 wa0014

Foto- tim penilai kunjungi kerajinan batik 

Tim Verifikasi dan Validasi serta Penilaian Geopark Nasional yang di pimpin langsung oleh ketua Tim Ibu Mirawati Sudjono , menuturkan bahwa Bojonegoro mempunyai banyak peninggalan benda – benda bersejarah , serta berbagai hal tentang peninggalan alam yang luar biasa seperti halnya Fosil yang umurnya sudah ratusan juta tahun.

Fosil Ikan Hiu yang di temukan Arkeolog lokal KRT . Supangat Purnawirawan TNI AD pada tahun 2013 , umurnya di perkirakan sudah 112 juta tahun yang lalu . Melalui penyusutan air di lautan yang sudah ratusan juta tahun sehingga menjadikan daratan menyebabkan banyak Ikan besar seperti Ikan Hiu mati dan tulang belulangnya serta giginya membatu dan menjadi Fosil . Saya berharap tempat ini harus di jaga dan di lindungi serta di jadikan tempat Edukasi bagi para Siswa ” tegasnya .

Sementara, Kepala Desa Jono Kecamatan Temayang Hj. Henis Meindrawati SPd kepada awak media mengatakan, dengan banyaknya Budaya , Situs dan benda – benda Purbakala yang ada di desa ini , Kami berharap bisa menjadi Ikon Wisata bagi desa .

Namun untuk mempercepat proses menjadi tempat Pariwisata perlu fasilitas yang memadai dan sarana yang cukup . Ini semua bisa cepat tercapai apabila Pemerintah Daerah Bojonegoro melalui Dinas terkait segera melakukan gerakan cepat membangun tempat – tempat wisata ini. Dengan APBD terbesar kedua di Jawa Timur Saya berkeyakinan akan cepat terselesaikan demi mewujudkan masyarakat Bojonegoro yang makmur sejahtera dan membanggakan dan bisa GO Internasional ” harapnya .

Kegiatan kunjungan , Penilaian serta Verifikasi dan Validasi menuju UNESCO Global Geopark di saksikan dan di ikuti oleh Siswa Siswi Sekolah Dasar dan Menengah dari berbagai Kecamatan di Bojonegoro , Mahasiswa Unigoro , Forpincam Temayang , dan aktivis Geopark Bojonegoro , Dinas Pendidikan , Dinas Pariwisata , Dinas Perindustrian dan Perdagagan Bojonegoro , Perhutani KPH Bojonegoro dan Guru sekolah Dasar dan Menengah di Bojonegoro . ( ag / red ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *