Ragam  

Program Tak Kunjung Realisasi, Warga Kepohbaru Bakal Laporkan Oknum Kaur Kesra di Kecamatan Sukosewu

admin
Oplus
Oplus_16908288

               Foto ilustrasi net 

BOJONEGORO – Dalih bisa memberikan bantuan berupa sebuah program genta pangan mandiri ,(GPM) berupa peternakan sapi dari pusat, oknum Perangkat Desa di Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro diduga meminta sejumlah uang hingga puluhan juta rupiah.

Berdasarkan informasi masyarakat, ada puluhan korban warga Dusun Sukorejo RT 06 RW 02, Desa Pejok Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro, yang telah menyerahkan sejumlah uang kepada oknum perangkat desa tersebut.

Namun, hingga kini, bantuan sapi yang dijanjikan tak kunjung terealisasi, hal ini menimbulkan kekecewaan dan keresahan di tengah warga, bahkan jika tidak kunjung selesai warga akan menuntut haknya dan mau membawa kasus ini keranah hukum.

Menurut salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, oknum perangkat desa Mualaim yang menjabat sebagai Kaur Kesra (Kepala Urusan Kesejahteraan Masyarakat ) dari Desa Sukosewu Kecamatan Sukosewu. mengaku bahwa anggaran tersebut diperlukan untuk biaya administrasi dan pengurusan bantuan sapi. “Kami percaya karena ini untuk program pemerintah. Sudah hampir dua tahun lebih, bantuan sapi tidak datang, kami jadi curiga,” ujar salah satu warga, Selasa (31/3/26).

Perlu diketahui Program Genta Pangan adalah bagian dari Gerakan Ketahanan Pangan Nasional yang digagas oleh pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa dan keluarga. Salah satu bentuk implementasinya adalah pemberian bantuan sapi kepada kelompok tani atau warga yang memenuhi kriteria tertentu.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas peternakan, memberdayakan masyarakat desa, serta mendukung ketersediaan pangan hewani secara berkelanjutan.

Namun, dalam pelaksanaannya, program ini tidak pernah mewajibkan warga membayar sejumlah uang sebagai syarat penerimaan bantuan. Semua proses pendistribusian dan administrasi dibiayai sepenuhnya oleh anggaran pemerintah, baik dari APBN maupun APBD.

Sementara itu, warga yang merasa dirugikan berencana melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian agar mendapatkan keadilan dan kejelasan atas uang yang telah mereka serahkan.

Dengan banyaknya kejadian dan kasus seperti ini. Masyarakat diminta berhati-hati terhadap oknum yang memanfaatkan program pemerintah untuk kepentingan pribadi. Apabila terdapat permintaan dana yang mencurigakan, warga diminta segera melaporkan kepada aparat desa atau dinas terkait. Program seperti Genta Pangan seharusnya murni untuk kepentingan masyarakat tanpa membebani penerima bantuan.

Kasus ini menjadi perhatian bersama agar tidak ada lagi oknum yang merugikan masyarakat dengan dalih program pemerintah. Transparansi dan pengawasan dari pihak berwenang sangat diperlukan untuk memastikan program-program pemerintah berjalan sesuai tujuan, yakni mensejahterakan rakyat.

Sementara Rustamaji Kepala Dusun (Kasun) Dusun Sukorejo Desa Pejok Kecamatan Kepohbaru ketika dikonfirmasi Wartawan terkait prihal tersebut. Mengatakan dirinya merasa kasihan kepada warganya karena Program yang di janjikan kepada warganya sudah hampir dua tahun ini tak kunjung terwujud.

Untuk memastikan kebenarannya soal program genta pangan mandiri yang diduga belum realisasi, Mualim yang bersangkutan saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan WA pribadinya belum merespon hingga berita ini ditayangkan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *