Foto – Ketua MPC PP Bojonegoro dan Sekjen MPW Pemuda Pancasila
BOJONEGORO – Maraknya orang mengaku wartawan dan LSM dari Luar kota Bojonegoro yang telah banyak meresahkan para pejabat aparatur pemerintah desa membuat Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Bojonegoro angkat bicara.
Witono selaku Ketua MPC Pemuda Pancasila Bojonegoro meradang setelah banyaknya pejabat di tingkat desa dalam proses pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur dari APBdes sering kali jadi bulan bulanan orang yang mengaku sebagai wartawan dan LSM, ironisnya orang yang mengaku sebagai wartawan tersebut dari luar kota Bojonegoro.
Pemerintah Desa tidak menutup pintu bagi siapapun, namun keresahan aparatur pemerintah desa datangnya orang yang mengaku sebagai wartawan dan LSM secara rombongan dan tidak jelas apakah kedatangan mereka betul- betul murni sesuai dengan kaidah jurnalistik atau ada maksud yang lain” tutur Witono pada media ini, Selasa (27/1/25).
Banyak aduan dan keluhan dari aparatur pemerintah desa soal adanya banyaknya orang yang mengaku sebagai wartawan dan LSM luar kota dan selalu datang di Balai Desa silih berganti belum jelas arah kedatangan mereka” tambahnya.
Witono tegas menghimbau kepada seluruh aparatur pemerintah desa di Kabupaten Bojonegoro untuk tetap melaksanakan kegiatan yang bersumber dari APBdes sesuai regulasi, Jangan takut pada orang yang mengaku sebagai wartawan dan LSM yang ujungnya mereka melakukan upaya menakut nakuti dan akan melaporkan pada pemerintah desa tanpa ada prosedur yang jelas.
Pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap wartawan dan LSM yang melakukan praktik pemerasan, intimidasi, atau jurnalisme transaksional di Kabupaten Bojonegoro” ucapnya.
Witono mengimbau para pejabat, kepala desa, dan masyarakat luas untuk lebih cermat dalam mengenali wartawan yang datang dalam menjalankan tugas sesuai jurnalistiknya.(*).












