Ragam  

Diduga Terganggu Suara Bising Proyek, Para Pekerja di PT Shou fong lastindo Dapat Teror Malam Jumat

admin
IMG 20260515 WA0007

           Foto- Ilustrasi net 

BOJONEGORO,- Sejumlah pekerja proyek pengembangan PT Shou fong lastindo yang berada di Desa Prayungan Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro diduga mendapatkan teror saat melakukan aktivitas di malam hari, pada  Kamis ( 14/5/26) malam.

Seperti biasa, para pekerja melakukan aktivitas pengerjaan proyek hingga larut malam, namun pada hari kamis sekira Pukul 20.00 wib malam, para pekerja dikejutkan dengan lemparan batu dari luar proyek. Beruntung tidak ada korban dalam teror malam jumat tersebut. Kejadian ini membuat para pekerja ketakutan dan sempat berhenti sejenak.

Salah satu pekerja yang tidak mau disebut namanya mengungkapkan, kejadian ini terjadi saat para pekerja melakukan aktivitas pengerjaan proyek pengembangan di PT Shou fong lastindo. Entah terganggu dengan adanya kegiatan proyek hingga malam hari atau ada hal lain kami tidak tahu sebabnya” ucapnya pada media ini.

Menurutnya, aksi teror yang dilakukan dengan melempari batu para pekerja hanya sekejap, sontak kami bersama pekerja lainnya kaget dan memilih menghindar dan menghentikan pekerjaan sejenak” jelasnya.

Untuk memastikan adanya kejadian tersebut, awak media mengkonfirmasi Elok selaku HRD PT Shou fong lastindo di Desa Prayungan, namun upaya konfirmasi tersebut belum ada jawaban hingga berita ini ditayangkan.

Dari data yang diperoleh, sebelum adanya proyek pengembangan dilaksanakan. Pihak PT Shou fong lastindo bersama dengan Pemerintah Desa Prayungan melakukan upaya komitmen bersama dengan melibatkan warga setempat untuk dilibatkan dalam kegiatan pembangunan pengembangan perusahaan yang bergerak di bidang produksi sepatu siap pakai untuk pasar ekspor. Namun hingga pelaksanaan pembangunan, warga setempat rupanya tidak dilibatkan dan hanya menjadi penonton diwilayahnya. Tak sampai disitu, proses pelaksanaan pembangunan hingga larut malam juga diduga menjadi pemicu munculnya teror pada para pekerja.

Terpisah, Lely Yusliani Kepala Desa Prayungan saat dikonfirmasi terkait dengan adanya teror di proyek PT Shou fong lastindo di wilayahnya, dirinya tidak tahu menahu adanya kejadian tersebut. Kami tidak tahu soal teror. Namun kalau adanya komitmen bersama dengan Pemerintah Desa saat awal mau mengerjakan proyek pengembangan perusahaan kami lakukan dan ada pihak Polsek dan Koramil saat itu.

“Kami sarankan untuk tetap melibatkan warga setempat sebagai bagian dari pekerja yang dibutuhkan, tapi tidak ada warga yang dilibatkan selama proses pembangunan” ucapnya.

Selain itu, menurut keterangan perwakilan pt shou fong lastindo pihak perusahaan siap untuk membangun saluran air di luar area pabrik yang menyebabkan kebanjiran ketika hujan turun, tapi sampai dengan saat ini juga belum ada kejelasan ataupun realisasi dari pabrik tersebut, beberapa komitmen perusahaan selama ini tidak ada realisasi,” pungkasnya.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *