BOJONEGORO – Krisis air bersih dan selalu menjadi bahan persoalan di setiap musim kemarau tiba , Pemerintah Desa (Pemdes) Ngorogunung, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro, memutar otak untuk mengantisipasi hal tersebut . Meski sudah banyak anggaran yang di gelontorkan baik melalui APBDES , CSR , maupun APBD , namun hal tersebut belum bisa untuk mengatasinya .
Kini dengan munculnya sumber mata air yang di lakukan lewat pengeboran sedalam 24 meter dan memunculkan sumber mata air dengan debit 50 liter / detik , membuat warga sedikit lega .
Pengeboran yang di lakukan dengan Swadaya tersebut membuahkan hasil meski sepenuhnya belum maksimal .
Desa Ngorogunung terdapat empat Dukuhan yang masing – masing setiap musim kemarau selalu menjadi langganan kekurangan air bersih . Desa ini salah satu yang terparah di kecamatan Bubulan .
Kini persoalan sumber mata air sudah terpecahkan , tinggal sarana dan prasarana penyaluran kepada warga yang menjadi kendala , salah satunya adalah anggaran untuk pipanisasi dan mesin pompa untuk mengalirkan air tersebut , termasuk aliran Listrik yang kurang dayanya .
Kalau di biayai lewat APBDES , jelas tidak akan bisa terlaksana , pasalnya minimnya anggaran yang di gelontorkan oleh Pemerintah , baik Daerah maupun Pusat .
Karti Kepala Desa Ngorogunung , kepada Media ini menuturkan pada ( 24 / 10 / 2026 ) di lokasi tempat di temukannya sumber mata air , bahwa kini Pemerintah Daerah , baik Kabupaten , Propinsi maupun Pusat wajib membantu untuk menyelesaikan persoalan air bersih ini .
Mengingat kebutuhan air adalah kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat . Jadi Kami berharap secepatnya ada tindakan untuk mengatasi hal tersebut ” harapnya .
Masih menurut Srikandi Ngorogunung ini , kalau sudah di temukan mata air , yang selama ini sulit di temukan , mestinya pemerintah harus secepatnya merespon temuan ini supaya cepat mengatasi kekeringan yang selama ini menjadi langganan tahunan .
Semoga saja keluhan warga desa Ngorogunung tentang air bersih secepatnya bisa teratasi dan sekali lagi Pemerintah tidak hanya membantu lewat kendaraan saja untuk suplay air bersih , namun setelah di temukannya sumber mata air adalah peralatan untuk sampai kerumah warga ” tegasnya .
Perlu di ketahui bahwa sumber mata air yang di temukan lewat pengeboran Swadaya dengan menelan biaya sekitar 10 juta rupiah tersebut terletak di kawasan hutan KPH Bojonegoro . ( ag / red ).












