BOJONEGORO – Penebangan pohon yang di lakukan oknum perangkat desa Talok Kecamatan Kalitidu bikin heboh dan menuai protes warganya.
Terlihat warga sangat marah dan mendatangi lokasi serta berdemo untuk mengambil langah hukum. Apa penyebabnya sehingga pohon tersebut di tebang ? Ini investigasi awak media ini dilapangan . …..
Apa jadinya kalau pohon yang dilindungi masyarakat dan dikeramatkan ditebang oleh salah satu okmum perangkat desa Talok Mochamad Alfin Budhi Prasetyo. SH.”Dua pohon lindung, atau pengayoman Sendang Sawah bernama pohon Jaranan dan pohon Imbo telah ditebang.
Pembangunan jalan JUT menjadi kejolak di masyarakat,pasalnya pembangunan jalan JUT itu telah mengorbankan pohon yang dikeramatkan masyarakat talok.
Setiap setahun sekali pohon jaranan dan Imbo dekat sendang Bakalan diakan manganan dan menguras sendang.
Ngadun (60) salah satu warga desa talok,dusun sidodadi,mengatakan” pohon keramat yang ditebang itu tanpa sepengetahuan masyarakat dan tidak ada musyawarah.saya tidak bisa menerima apa yang dilakukan sekdes talok Mochamad Alfin Budhi Prasetyo. SH. Saya ingin masalah ini di proses hukum. Pasalnya Pohon Jaranan dan Imbo ini salah satu cagar budaya alam untuk Sendang Sawah dusun Sidodadi,”Imbuhnya”.
Saat awak media mengkonfirmasi terkait permasalahan ini sangat menyesalkan dan sangat merugikan,kades talok H.Samudi mengatakan”, saya sangat mengecam dan menyesalkan tindakan yang dilakukan perangkat saya tersebut dan akan melakukan tindakan hukum, sebab saat peroses akan melakukan penebangan tidak ada musyawarah dan hal ini telah mencoret atas nama saya sebagai kades Talok dan pemdes.Senin (08/05/23)
Kades juga menambahkan “Bapak bapak semuanya, saya sudah melakukan upaya hukum, jadi bukan saya diam, saya sudah melaporkan ke APH Polres Bojonegoro atas penebangan pohon ini, “Kades Talok H.Samudi kepada warga masyarakat yang lakukan aksi demo”,pungkasnya. ( ag / red ).












