BOJONEGORO-Soal kisruh turnamen AKD Cup Kepohbaru 2023 ditanggapi serius oleh Askab PSSI kabupaten Bojonegoro, sebab turnamen yang diselenggarakan antar desa selain mencari bibi- bibit pemain muda juga sebagai ajang menyalurkan bakat pemain sepak bola menuju ajang yang lebih profesional.
Sally Atyasasmi selaku Ketua ASKAB PSSI Kabupaten Bojonegoro menjelaskan, turnamen antar desa biasanya mengacu aturan yang sudah dibuat oleh pihak panitia pertandingan, karena marwah turnamen antar desa ini mangacu pada aturan yang dibuat oleh peserta pertandingan sendiri” tuturnya, Pada (15/8/23).
Biasanya turnamen antar desa ini sudah ada aturannya dan pihak askab hanya merekomendasikan wasit yang berlisensi, hal ini agar menetralisir gesekan yang diputuskan di dalam Lapangan” jelasnya.
Sally panggilan akrabnya menambahkan, pada sebuah turnamen antar desa saat teknical meeting (TM) semua peserta sudah melakukan mou atau persetujuan semua peserta pertandingan, jadi apapun bentuk keputusan harusnya kembali pada aturan yang sudah disepakati bersama.
Untuk kisruh turnamen AKD Cup Kepohbaru 2023 yang saat ini berjalan, kami sebagai Askab PSSI kabupaten Bojonegoro hanya bisa memberikan saran kepada semua peserta pertandingan dan panitia hormati aturan yang ada agar tidak terjadi hal- hal yang menjadikan situasi tidak kondusif” harapnya.
Ajang turnamen antar desa ini kami dukung, agar kedepan bibit muda pesepakbola menjadi pemain di ajang lebih profesional” tutupnya.
Sebelumnya, seluruh official Team Desa Brangkal mendatangi Camat Kepohbaru untuk meminta keadilan pada pertandingan yang digelar oleh panitia pertandingan Turnamen AKD Cup Kepohbaru tahun 2023, karena dianggap pihak panitia tidak mengacu pada peraturan pertandingan yang disepakati bersama.(Red).
* FOTO- Hasil tangkap layar.












