Bojonegoro – Diduga depresi dan stress berat, pria ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Tragisnya , pria yang bernama Mardi 51 tahun ini sedang punya hajad akan menikahkan anaknya. Pria setengah baya yang beralamat di Desa Setren Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur , tewas secara mengenaskan , pada 19 September 2022.
Kejadian ini bermula saat Korban sedang ikut Jagongan ( Jawa red ) menemui tetangganya yang ikut menghadiri pada pesta pernikahan anaknya. Tiba – tiba sekitar pukul 04. 30 Wib , atau menjelang Subuh tiba – tiba menghilang dan di cari keluarganya tidak ketemu , ketika tamunya yang mau berpamitan pulang. Keluarganya pun tidak punya firasat apa – apa , keluarga mengira pergi ke Musholla untuk menjalankan sholat Subuh atau tertidur karena semalaman tidak tidur. Namun di tunggu sampai pagi hari Korban juga tidak kembali kerumah.
Seluruh keluarga sontak kaget dan histeris ketika mendengar bahwa Mardi telah di temukan tewas gantung diri di hutan pada petak 81 D KRPH Ringin anom KPH Bojonegoro . Seketika mendengar kejadian tersebut pihak keluarga segera meneruskan laporan kepada Kepala Desa Setren Jumadi.
Mendapat laporan dari Warganya Kepala Desa Setren Kecamatan Ngasem Jumadi segera melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Ngasem untuk segera mengecek kebenaran laporan yang di terima dari warganya .
Pertama Korban di temukan gantung diri oleh sepupunya sendiri Saidi yang hendak pergi ke ladang untuk mencari rumput. Begitu kagetnya melihat melihat sepupunya tergantung pada sebuah pohon Ploso dan lari melaporkan kejadian ini pada keluarganya. Kejadian ini baru di ketahui sekitar pukul 10 pagi .
Mendapat laporan dari Kepala Desa Polsek Ngasem segera menuju Ke TKP untuk melakukan pengecekan dan benar adanya telah ditemukan pria meninggal dunia dengan cara gantung diri.Kapolsek Ngasem IPTU Karyoto membenarkan bahwa pria yang di temukan tewas kali ini murni bunuh diri karena tidak di temukan bekas luka apapun pada sekujur tubuhnya.
Pernyataan Kapolsek juga di perkuat oleh pernyataan Tenaga Kesehatan yang ikut hadir di TKP, Yuni tim medis mengatakan, bahwa ini murni bunuh diri dengan cara mengantung pada pohan dengan ciri – ciri , leher terikat oleh tali di sebuah pohon Ploso , lidah menjulur , bekas air kencing di celananya , air mani yang juga keluar , dan juga kotoran yang ada di celana. Tidak ada luka yang lain yang menandakan Korban murni bunuh diri” tuturnya .
Setelah mendapatkan Visum dari pihak Kesehatan dan Keterangan dari Polsek setempat , akhirnya keluarga sepakat untuk segera menguburnya dan tidak perlu untuk di lakukan otopsi. ( Ag / red ).












