Tanah Aset Milik Pemkab Bojonegoro di Desa Wotan Kecamatan Sumberrejo
BOJONEGORO – Pengelola tanah aset milik Pemkab Bojonegoro yang berada di Desa Wotan Kecamatan Sumberrejo akui bisa menggarap tanah atau sawah aset atas perintah Anggota DPRD Bojonegoro inisial S dari Partai Gerindra.
Darminto bersama 4 orang warga Desa Wotan mengerjakan tanah aset milik Pemkab Bojonegoro seluas sekitar 2 H tersebut mengaku sesuai perintah dari anggota DPRD Bojonegoro dari Partai Gerindra.
Saya disuruh mengerjakan tanah oleh Bu S, Kalau ada yang tanya kasih nomor saya saja ” ucap Darminto menirukan pada media ini (11/4/26).
Darminto menjelaskan, jika semua prosedur sudah di jalankan yakni membayar retribusi ke Pemerintah Daerah (Pemda) kisaran Rp 10 juta. Sesuai petunjuk saya membayar ke bank Jatim” tuturnya.
Setiap tahunnya saya disuruh melakukan konfirmasi dan membayar retribusi Daerah sesuai arahan mas” tambahnya.
Sementara, Fathoni Sekdin Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya proses pengelolaan aset milik Pemkab Bojonegoro yang mana selama belum dimanfaatkan bisa di kelola oleh masyarakat asalkan sesuai regulasi. Kalau tanah aset milik Pemkab Bojonegoro yang berada di Desa Wotan kebetulan tanah atau sawah tersebut naungan DLH dan sesuai regulasi tanah atau sawah tersebut kategori tadah hujan, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) jika dikelola oleh warga harus membayar retribusi daerah kisaran Rp 8 Juta rupiah melalui bank Jatim” ungkapnya.
Tanah tersebut memang rencana awal untuk tempat pembuangan sampah akir (TPA) , namun berjalannya waktu tidak jadi dilaksanakan, hingga saat ini Pemkab Bojonegoro masih belum merencanakan pembangunan kembali, seiring dengan adanya tanah yang bisa dimanfaatkan, masyarakat bisa mengelola aset milik Pemkab Bojonegoro asalkan sesuai dengan SOP” jelasnya.
Untuk memastikan pengelolaan aset milik Pemkab Bojonegoro yang berada di Desa Wotan melalui salah satu anggota DPRD Bojonegoro inisial S dari Partai Gerindra, wartawan ini mencoba konfirmasi yang bersangkutan, namun hingga berita ini ditayangkan belum memberikan tanggapan.(*).










