BOJONEGORO – Pelaksanaan proyek Satu Paket Box culvert dan Drainase di Dusun Candi, Desa Nglarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, terindikasi dikerjakan asal-asalan. Hasil investigasi lapangan menduga kuat pekerjaan tersebut tidak dilengkapi lantai kerja, padahal, didalam rencana anggaran biaya tercantum sesuai ketentuan teknis.
Ironisnya, di lokasi pekerjaan yang sedang berjalan tanpa kehadiran sepapan informasi proyek. Padahal, di dalam setiap proyek yang menggunakan anggaran negara, diharuskan untuk memasang papan informasi sebagai bentuk transparansi pada publik.
Absennya papan informasi menutup akses masyarakat untuk mengetahui identitas proyek, nilai anggaran, siapa pelaksana dan pengawas, hingga jadwal pengerjaan. Kondisi ini jelas melanggar prinsip transparansi dan berpotensi menjadi celah penyimpangan.
Lebih parah lagi, dugaan tidak adanya lantai kerja pada struktur box culvert bukan persoalan sepele. Lantai kerja adalah pondasi dasar yang menjamin kekuatan struktur agar tidak amblas dan mampu menahan beban. Jika diabaikan, maka kualitas bangunan dipertaruhkan dan usia pakainya akan jauh lebih pendek.
“Kerja proyek kok seperti kucing-kucingan. Tidak ada papan informasi, tidak jelas siapa yang mengerjakan. Kalau lantai kerjanya tidak dilaksanakan, pastinya mengurangi biaya dan nanti cepat rusak,” ujar salah satu warga Dusun Candi yang enggan disebut namanya, pada Senin (3/8/26).
Warga mendesak, Dinas terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Jika terbukti menyimpang dari spesifikasi teknis dan aturan pengadaan, maka pelaksana proyek dan konsultan pengawas harus diberi sanksi tegas.
Jangan sampai anggaran negara kembali terbuang untuk bangunan yang tidak berkualitas” gerutunya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana dan pengawas belum dapat dikonfirmasi, mengingat, dilokasi pekerjaan tidak ada akses dan informasi yang didapat.(Red)












