Gara – Gara Di Putus Cintanya, Seorang Remaja di Temayang Bikin Heboh Di Medsos

admin
IMG 20230409 WA0002

BOJONEGORO – Gara – gara cintanya di putus oleh sang kekasih , Seorang Pelajar di SMA Temayang Kabupaten Bojonegoro harus berurusan dengan pihak berwajib. Kejadian ini bermula tatkala AR seorang remaja (15) sedang jatuh cinta pada seorang gadis sebut saja Is  15 tahun ,yang juga seorang pelajar di MTS Islamiyah di Temayang, akibat di putus maka AR merasa jengkel dan marah.

Kejadian putus cinta ini terjadi akibat foto berdua tatkala bersama di buat profil pada wallpaper di Handpon milik AR. Tak terima di buat Wallpaper karena malu dan di ketahui teman sebayanya akhirnya IS memutus cintanya.

Mengetahui cintanya di putus AR, lalu membuat berita bohong atau Hoax pada sebuah media sosial Facebook suara Temayang dan status di Hpnya bahwa Is sedang hamil. Mengetahui dirinya di beritakan bohong dan di permalukan lewat media sosial , Is dan keluarganya lalu melaporkan kejadian ini pada pihak sekolah di MTS Islamiyah Temayang.

Mengetahui kejadian tersebut, pihak sekolah yang tidak mau Lembaganya tercoreng bergerak cepat bersama Polsek Temayang mencari pelaku di kediamanya di desa Kedung Sumber RT 03 / RW 01, pada 08 Maret 2023 pukul 21.00 Wib.

Setelah ditemui pihak sekolah, AR dan keluarga yang juga di saksikan petugas Polsek , Koramil dan RT setempat juga keluarga korban , pelaku mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada korban dan keluarganya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya kembai , dan jika pelaku mengulangi perbuatannya lagi akan di proses secara hukum yang berlaku . Setelah melalui negoisasi antara keluarga korban dan pelaku akhirnya di selesaikan secara kekeluargaan.

Permintaan maaf dan tidak mengulangi perbuatannya ini pun tertuang dalam surat pernyatan yang di buat oleh AR dan di saksikan oleh pihak Sekolah MTS Islamiyah Temayang yang di wakili oleh Waka Kurikulum Yanto , keluarga Korban , Polsek dan Babinsa setempat juga tokoh Masyarakat .

Yanto Wakil Kurikulum MTS Islamiyah Temayang kepada Media ini menuturkan , dengan kejadian ini pihak sekolah sebenarnya merasa terlecehkan Lembaganya , namun karena pelaku sudah mengakui perbuatannya dan meminta maaf akhirnya tidak meneruskan perkara ini pada proses hukum , mengingat pelaku juga masih bersekolah. Kami berharap kejadian serupa jangan sampai terulang kembali ” harapnya ( ag / red ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *