BOJONEGORO-Memasuki babak 8 besar pertandingan turnamen AKD Cup 2023 Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro menui protes pihak official Desa Brangkal, Protes tersebut terjadi setelah pertandingan Team Desa Brangkal bertemu team Desa Sumberagung, Pada (13/8/23) kemarin sore.
Protes bermula karena pihak team Desa Sumberagung saat akan bertanding tidak bisa menunjukkan kartu identitas kepada panitia pertandingan dan pihak Panitia memberikan waktu yang melebihi aturan sesuai Peraturan turnamen AKD Cup 2023 Kecamatan Kepohbaru.
Hal tersebut disampaikan beberapa official dihadapan camat Kepohbaru, Pada (14/8/23), salah satunya Mansur official Brangkal mengatakan, kinerja panitia tidak sesuai mekanisme dan perlu dievaluasi, karena kami anggap panitia tidak tegas menjalankan aturannya sendiri.
Kami menuntut pihak panitia agar hasil pertandingan yang kemarin digagalkan, dan memberikan ganti rugi pertandingan yang sudah berlangsung kemarin ” tuturnya
Mansur berharap pihak official Team Desa Brangkal dipertemukan dengan panitia oleh camat agar konsekwensi dari pertandingan yang kami alami mendapat perhatian dan pihak Panitia bertanggung jawab kepada semua team.
Sementara, Budi Official Team Desa Brangkal menambahkan, Pada teknikal meeting (TM ) menjelang babak 8 besar, pihak panitia menegaskan untuk KTA wajib dibawa sebelum bermain. Dan ini jelas tertuang pada Pasal 4 ayat 8 pada peraturan turnamen AKD Cup Kepohbaru, bahwa para peserta atau pemain wajib menunjukkan kartu indentitas maksimal 15 menit sebelum bertanding. Kalau lebih dari waktu yang ditentukan peserta atau team akan di WO.
Kami sudah dirugikan, karena pihak panitia pertandingan tidak tegas dalam memberikan WO , padahal jelas bahwa team dari Desa Sumberagung sudah melewati waktu, bahkan hampir 40 menit baru pertandingan dimulai ” jelasnya.
Lanjutnya, ini sudah jelas bahwa pihak panitia pertandingan tidak tegas alias mlonyo dan perlu untuk dipertanyakan kredibilitas dan menjujung tinggi sportifitas olahraga sepak bola.
Menanggapi aduan official team Desa brangkal, Laela Nor Aeny Camat Kepohbaru menegaskan, bahwa kami selaku pembina akan mengevaluasi kinerja panitia, dan kedepan kita akan lebih memberikan masukan agar tidak terjadi gesekan. Ini soal hiburan jangan diperpanjang dan harapan kami semua pihak mendukung agar turnamen ini sebagai tontonan yang menghibur masyarakat Kepohbaru dan sekitarnya.
Dalam hal ini Kepala Desa masing-masing bertanggung jawab, agar tidak kembali ke muspika ” ucapnya.
Tahapan ini sudah berjalan, tinggal melanjutkan pertandingan berikutnya dan kami tidak akan mempertemukan antara official Desa Brangkal dengan panitia karena ini sudah selesai” tambahnya.
Nampak dari beberapa official Desa brangkal setelah melakukan pertemuan dengan camat Kepohbaru belum puas dari hasil keputusan yang diberikan, karena pihak official Desa Brangkal berkeinginan dimediasi dipertemukan dengan Panitia Pertandingan.(Red).












