Dampak Pemotongan Pohon Keramat, Kades Dan Sekdes Talok Bersiteru

admin
IMG 20230507 WA0080

Bojonegoro – Untuk mewujudkan impian warga masyarakat dalam mewujudkan kelancaran program, Pemdes Talok Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro berencana membangun Jalan usaha tani (JUT).

Namun pada saat dimulainya pembangunan JUT ,ada fenomena alam yang sangat menjadi tontonan warga setempat,

Sekdes Talok menceritakan, Sebelum dilakukan kegiatan, Pemdes Talok melaksanakan musawarah dan Slametan yang di selenggarakan di aren Sendang dusun Sidodadi yang di hadiri oleh, BPD desa talok, Babinsa, Babinkamtibmas, juru kunci sendang dan juga di hadiri dari perwakilan perangkat desa talok dan warga dusun Sidodadi. Minggu, 7 Mei 2023.

Yang mana di adakannya bancaan tersebut sebagai bentuk rasa syukur dan memajatkan doa untuk leluhur sendang agar program JUT bisa berjalan dengan lancar dan bisa memberi manfaat dan melancarkan ekonomi para petani di desa Talokl khususnya warga dusun sidodadi.

Hal tersebut disampaikan salah satu perangkat desa talok (Sekdes ) dirinya menyampaikan “Bahwa kami Pemerintah Desa Talok menawarkan kepada para pemilik lahan yang terdampak atas rencana pembangunan tersebut dengan mengedepankan unsur kehati-hatian dalam pengambilan keputusan dan tidak ada unsur pemaksaaan atas program tersebut, tidak ada pemaksaan terhadap Bapak dan Ibu sekalian untuk menerima program ini, semua ini demi kemajuan desa Talok yang mana lokasi dusun sidodadi merupakan salah satu dusun yang mayoritas adalah petani dan akses jalan belum mamadahi, silahkan bapak dan ibu sekalian dipikirkan dengan bijak dan hati-hati atas program pembangunan tersebut, demi kepentingan masa depan anak cucu kita semua” ucap sekdes Talok.

Lanjut sekdes, di karenakan nantinya untuk proses perkerjaan JUT ini melalui samping sendang kita berfikir untuk meluaskan halaman sendang agar nantinya juga bisa bermanfaat,

Untuk pohon yang di potong ( di tebang ) bukan pohon Kramat sendang ataupun cagar alam, dan pemotongan pohon sudah di setujui oleh juru kunci sendang sendiri,” tambahnya.

Tujuan pohon itu di tebang agar mempermudah perkerjaan program JUT dan juga agar halaman sendang luas” pungkasnya.

Berbeda dari keterangan Samudi Sang Kepala Desa Talok,dirinya menganggap sekdes sudah diluar batas kewenangan, Karena semua yang dilakukan tanpa musyawarah pada dirinya.Wajar masyarakat kalau demo dan meminta cagar budaya didesa tetap terjaga ” tuturnya.

Pada akhirnya ,warga masih bersikukuh untuk memberikan pelajaran penting bagi sekdes,agar bisa memahami kultur desa dan adat istiadat desa” tutupnya.(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *