Lamongan – Pembangunan proyek Check Dam di Desa Sambangan kecamatan Babat Kabupaten Lamongan ambrol, rusaknya bangunan pada sayap akibat gerusan air, dan ironisnya lagi proyek ini baru dikerjakan kurang lebih 5 Bulan, Proyek yang dikerjakan secara swakelola ini diduga dikerjakan asal-asalan.
Berdasarkan pantauan wartawan media ini di lapangan, sayap kiri Dam kali Sambangan terlihat jelas tinggal cor pengunci dan bangunan sayap Dam sudah tidak terlihat bentuk bangunannya lagi.
Diduga hancurnya bangunan ini dari perencanaan awal konstruksi dan pemilihan bahan yang kurang sesuai Spesifikasi teknik. pondasi tembok penahan tanah tidak tampak terlihat, dan hanya menggunakan cor pengunci saja pada bagian atas dan samping bangunan, Akibatnya, baru selasai dikerjakan,dan ada hujan deras yang mengguyur, Sayap Dam tersebut lenyap terseret arus sungai.
Selain itu, ada dugaan pengurangan bahan dasar oleh pihak pelaksana yang seharusnya menggunakan batu gembal keras atau batu kali, disini diakali dengan batu kapur yang akan menyusut apabila terkena air, sehingga bangunan akan mudah hancur seperti sekarang, sehingga dimungkinkan arus air bisa masuk ke sisi dalam bangunan.
Menurut sumber yang dipercaya, bahwa kerusakan yang terjadi saat ini karena faktor alam, namun pengawas proyek mengakui bahwa pihak pelaksana melakukan kesalahan dengan memilih batu kapur sebagai bahan dasar untuk pembuatan Dam irigasi. Tanpa mempertimbangkan saat nantinya terkena air, batu tersebut akan menjadi lunak dan hancur sehingga beresiko bangunan tersebut akan mudah rusak.
Begitu pula dengan tidak adanya Dasaran cor pada sayap Dam tentunya menyalahi mekanisme dalam pengerjaan suatu proyek bangunan, hal ini tentunya menjadi kecerobohan pihak pelaksana, pengawas maupun pihak yang terkait lainya, sehingga Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2022 Sebesar kurang lebih 160 juta terealisasi dengan tidak maksimal.
Salah satu warga yang tidak mau identitas nya kami sebutkan mengatakan, bahwa proyek ini belum ada setahun namun sudah rusak, hal ini yang dirugikan kan ya masyarakat juga, karena manfaat bangunan ini belum dirasakan sepenuhnya oleh warga” celotehnya.
Menanggapi pekerjaan di Desanya, Susilowati Kepala Desa Sambangan saat dikonfirmasi wartawan ini belum ada jawaban meski terlihat tanda baca pada akun WA pribadinya.(red).












