Bojonegoro- Dugaan pungli kepada gabungan himpunan petani pengguna air (HIPPA) di Kabupaten Bojonegoro menggeliat, setelah beberapa pengurus gabungan HIPPA merasa tertekan dengan ulah oknum pegawai UPT Dinas Pekerjaan Umum PSDA Kabupaten Bojonegoro yang meminta jatah upeti terlalu besar.
Permintaan upeti ini diduga sudah berlangsung lama, namun baru saat ini gabungan HIPPA merasa sangat tertekan, dengan permintaan jatah hingga puluhan juta rupiah.
Seperti yang disampaikan beberapa pengurus Gabungan HIPPA di Bojonegoro ini ( nama di redaksi), Ia menyebut pungutan yang dilakukan oleh oknum pegawai UPT PU PSDA sangat memberatkan bagi kami, meski sejak awal ada kesepakatan, namun kami tidak bisa berontak lantaran kami juga takut tidak dilayani saat membutuhkan air.
Kami dipaksa setor, ada yang ditarget RP 5 juta hingga RP 25 juta pada musim tanam (MT- 1 ) kemarin” celotehnya.
Ia menyebutkan, ada dua pegawai yakni BD dan MR yang datang ke kami untuk mengkordinir jatah upeti dari semua gabungan HIPPA di aliran kanan dan kiri waduk pacal, dan ini memang sudah lama berjalan, namun pada tahun 2021 kemarin ini mulai memberatkan kami selaku pengurus gabungan HIPPA.
Dirinya menambahkan, pengurus gabungan HIPPA saya kira sama ingin berontak, namun tidak berani lantaran saling membutuhkan air, kalau hanya sepantasnya seperti yang sudah berjalan seperti dulu mungkin kami tidak apa- apa, Tapi karena saat ini jatah upeti dirasa sangat memberatkan bagi pengurus gabungan HIPPA, namun, lagi- lagi kami juga tidak berani berontak lantaran kembali ke pokok air itulah yang menjadikan kami hanya bisa curhat ke pengurus yang lain.
Bayangkan seperti wilayah saya, kalau perhitungan mungkin kami bisa mengumpulkan iuran dari HIPPA hanya RP 7 juta per MT, sedangkan untuk jatah upeti ditarget RP 5 juta , sisa RP 3 juta untuk operasional pengurus saja masih kurang” keluhnya.
Menanggapi isu dugaan pengutan di wilayah gabungan HIPPA, Sutrisno selaku pengamat irigasi UPT PU-PSDA Kabupaten Bojonegoro saat dikonfirmasi wartawan ini pada Senin (4/7/2022) menampik adanya isu tersebut, kami sudah menghimbau kepada semua petugas lapangan untuk pelayanan air tidak ada permintaan berupa uang seperserpun” ucapnya.
Tak berselang lama, MR selaku pegawai UPT PU- PSDA Kabupaten Bojonegoro menghubungi wartawan ini juga mencoba menjelaskan, bahwa tidak ada tekanan dan permintaan jatah kepada gabungan HIPPA dari pihak UPT PSDA Kabupaten Bojonegoro. (Red).












