Diduga Melenceng Dari RAB, Publik Minta Usut Proyek Rehabilitasi SDN Nglarangan Bojonegoro

admin
IMG 20260911 WA0017

BOJONEGORO – Proyek rehabilitasi sedang/berat ruang kelas SDN Nglarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro senilai Rp 519.450.207,05 tahun anggaran 2025 terindikasi melenceng dari rencana anggaran biaya (RAB).

Fakta di lapangan, sangat ironis, dengan anggaran cukup fantastis namun pelaksanaannya diduga tidak sesuai dengan dokumen resmi rencana kerja dan syarat-syarat (RKS).

Berdasarkan dokumen RKS, Rehabilitasi Sedang/ Berat ruang kelas lokasi SDN Nglarangan Kecamatan Kanor yang diperoleh redaksi, item pekerjaan plafon dan lantai masuk dalam dokumen RAB.

Dalam dokumen tersebut tercantum 12 item, yakni Pekerjaan plafon dan Pekerjaan penutup lantai dan dinding.

Namun fakta di lapangan berkata lain. Item plafon  tidak dikerjakan dan tidak ada plafon yang terpasang, rangka atap terbuka. Lantai pun bukan keramik, melainkan masih beralas terpal plastik.

Di kutip dari pemberitaan media online Bojonegoro, Disdik Bojonegoro Akui Plafon tidak Dikerjakan.

Melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Bojonegoro, Zamroni, M.Pd, mengakui plafon dan keramik SDN Nglarangan memang tidak dikerjakan.

Ia berdalih ada penyesuaian prioritas atas usulan kepala sekolah karena ada ruang kelas lain yang lebih membahayakan siswa.

Namun dalih tersebut tidak dilengkapi dokumen Addendum Kontrak atau CCO Contract Change Order yang sah. Dinas seolah membiarkan pekerjaan tidak sesuai RKS tetap dibayar lunas.

Melihat kondisi tersebut, publik khawatir akan menjadi preseden buruk pengelolaan dana pendidikan di Bojonegoro.

“Kasihan anak-anak belajar di lantai terpal,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

“Ini uang negara untuk pendidikan anak-anak. Kalau sudah dianggarkan tapi tidak dikerjakan, ini harus diusut. Kami harap APH dan Bupati Bojonegoro turun tangan,” tegasnya.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *