Foto ilustrasi
BOJONEGORO- Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pergantian antar waktu (PAW) Desa Wotan Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro yang dijadwalkan pada 10 Juni 2026 mendatang. Tidak sekadar menjadi pesta demokrasi di tingkat lokal, tetapi juga berubah menjadi arena pertarungan kepentingan dan politik masif.
Indikasi tersebut sudah dibaca oleh masyarakat setempat , seiring munculnya para kandidat yang berasal dari luar desa yang menjadikan Pilkades PAW Desa Wotan sebagai pintu masuk investasi kekuasaan.
Kehadiran para kandidat yang telah terverifikasi dan terdaftar oleh panitia penyelenggara sebanyak 6 kandidat bukanlah sebuah kebetulan. Fenomena ini merupakan bagian dari strategi politik, di mana mekanisme yang harus dilaksanakan dengan harapan mendapatkan keuntungan kekuasaan di masa depan.
Gagasan maupun ide dan dukungan masyarakat luntur, tatkala calon yang diusung runtuh sebelum melaksanakan tahapan pemungutan suara yang telah ditetapkan oleh Panitia.
Keadilan, bukan berarti aturan yang berlaku tidak memberikan keadilan bagi seluruh masyarakat. Ketentuan yang berlaku justru memberikan hak bagi semua warga negara yang ingin mencalonkan diri sebagai kepala desa dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Cengkeraman Pilkades PAW Desa Wotan masih nyata. Masyarakat hanya bisa menaruh harapan dan meyakinkan satu sama lain, jika proses pelaksanaan Pilkades PAW saat ini masih belum selesai.
MT, salah satu tokoh pemuda desa wotan saat ditemui Minggu (31/5/26) menegaskan, bahwa secara umum kami masyarakat mendukung Pilkades PAW terlaksana dengan baik. Namun, seiring berjalannya waktu adanya banyaknya calon dari luar desa ada aspek kepentingan politik, dan ini tidak bisa dibiarkan, mengingat kepemimpinan ditingkat desa harus paham dengan situasi dan kondisi warganya. Kami akan terus mengawal proses pelaksanaan Pilkades PAW Desa Wotan hingga selesai.” tutupnya.(*).












