Mencegah Korupsi Dengan Cara Mensogok

admin
20220725

 

Genderang politik ala desa atau biasa disebut dengan PILKADES sudah mulai bergulir dan hanya tinggal menunggu hitungan jari saja. Geliat peserta dan pendukung sudah ramai membicarakan para Kandidat bakal calon kepala desanya mendatang. Beberapa tokoh serta para team sukses calon kepala desa bersiap mempromosikan ke masyarakat calon pemilih dengan memberikan iming – iming , mulai dari program hingga sejumlah uang untuk mensukseskan para Calon Kepala Desa.

Terlihat dari pantaun awak Media ini di sejumlah desa yang akan mengikuti Pilkades pada tahap pertama pada 26 Oktober 2022 mendatang di Kabupaten Bojonegoro , hiruk pikuk di setiap desa sudah ramai membicarakan tentang bakal calon pemenang menjadi kepala Desanya.

Setiap desa mempunyai ciri khas sendiri dalam menentukan calon kepala desanya , mulai dengan praktik bagi – bagi sembako hingga dengan cara membeli suara dengan cara membagi – bagikan sejumlah uang kepada Masyarakat calon pemilih. Bahkan segala carapun di tempuh untuk mendapat jabatan bergengsi di desanya dan menjadi kebanggaan tersendiri menjadi seorang yang nomor satu di desa.

Kalau menilik seperti ini , segala macam cara pasti akan di lakukan oleh kandidat untuk meraup suara terbanyak dengan berbagai trik dan intrik . Bahkan sebelum pelaksanaan pun kandidat sudah banyak merogoh koceknya demi menebar pesona , dan pembuatan atribut kampanye . Tak jarang para Kandidat sudah melakukan berbagai hal untuk merebut posisi tersebut dengan berbagai cara , mulai pergi ke beberapa tokoh , mulai dari kyai ataupun perdukunan , bahkan ada yang mendatangi tempat keramat sekalipun di tempuhnya.

Sudah jelas dan pasti bahwa untuk menjadi pejabat di tingkat Desa saja susah dan menelan biaya banyak sampai ratusan juta hingga milyaran rupiah . Lalu berapa pendapatan yang di dapat setelah menjadi kepala Desa ? . Kalau menilik gaji serta tunjangan yang ada , mungkin tidak bisa untuk mengembalikan uang yang di keluarkan saat mencalonkan . Namun demi gengsi semua hal pasti akan di tempuhnya. Kalau semua demi pengabdian itu tidak menjadi masalah , tetapi sebaliknya jika itu di lakukan demi meraup untung dari menjadi Kepala Desa , semua salah kaprah dan menjadi petaka .

Jalan yang di tempuh satu – satunya untuk balik modal yaitu ; KORUPSI . Kalau sudah begini siap a yang akan di salahkan dan di rugikan ? Jawabnya adalah mari kita mulai berbenah bersama dengan menghapus segala praktik sogok mensogok kepada siapa pun juga .saya yakin kalau semua menyadari tentang pola Demokrasi ” Money Politics ” adalah menuju kehancuran maka seyogyanya hindari dan jangan lakukan. ( Red )

Penulis ; Agung Mahfudhori
Jurnalist E SOROT .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *