BOJONEGORO-Buntut aduan official Team Desa Brangkal FC pada Askab PSSI kabupaten Bojonegoro, pihak Panitia AKD Cup II Kepohbaru tahun 2023 diundang untuk dilakukan klarifikasi dan mediasi yang difasilitasi pihak Askab PSSI kabupaten Bojonegoro, pada (18/8/23).
Namun pada sesi klarifikasi dan mediasi yang dilakukan pihak Askab PSSI kabupaten Bojonegoro, pihak Panitia AKD cup II Kepohbaru tahun 2023 mangkir dari undangan yang dijadwalkan.
Sally Atyasasmi selaku ketua Askab PSSI kabupaten Bojonegoro pada kesempatannya menyampaikan, kami sebenarnya tidak ada ruang pada turnamen AKD cup II Kepohbaru tahun ini, karena sekali lagi ini hanya moralitas kami sebagai Askab untuk melakukan pembinaan pada sebuah event turnamen pada level Desa.
Pada event AKD Cup II Kepohbaru ini sudah kami perjelas, bahwa pihak Panitia sejak awal meminta rekomendasi pada Askab hanya tiga wasit saja, dan untuk perangkat pertandingan (PP) murni tidak ada rekomendasi dari kami, dan pada ajang turnamen AKD cup II Kepohbaru murni semaunya dari panitia lokal” jelasnya.
Sally Atyasasmi menyayangkan, sikap panitia yang saat ini tidak bisa hadir untuk memberikan pandangannya dan klarifikasi bersama, padahal kami bukan menghakimi salah satu pihak, kita sama sama mencari pencerahan dan kedepan ajang turnamen level Desa ini menjadi ajang yang lebih profesional.
Pandangan kami pada ajang turnamen, Jika ada sesuatu ada hal di lapangan bukan Kepala Desa yang dipanggil, namun official yang lebih utama, tapi jika Kepala Desa menjadi salah satu official maka keputusan memanggil kepala Desa ini merupakan bagian dari team ” ucap Sally.
Besar harapan kami Pihak panitia pertandingan bisa hadir atau memberikan delagasi agar bisa memberikan penjelasan mengenai keputusan yang diambil pada sebuah pertandingan dan kedepan bisa memperbaiki keputusan dan peraturan yang dibuat agar bisa meminimalisir gesekan dilapangan ” tambahnya.
Dengan adanya insiden ini, pada sisa pertandingan akan kita evaluasi dan kedepan Askab PSSI kabupaten Bojonegoro akan memetakan wilayah kecamatan Kepohbaru menjadi wilayah kerawanan pada ajang turnamen sepak bola ” tutupnya
Sementara Mansur, salah satu Official team Desa Brangkal saat mengikuti mediasi juga menyayangkan atas sikap panitia AKD Cup II Kepohbaru yang tidak bisa hadir dalam waktu yang diberikan oleh Askab PSSI kabupaten Bojonegoro, padahal besar harapan kami bersama pihak panitia bisa memberikan penjelasan dan pandangan di depan Askab soal ketegasan dalam menjalankan tugasnya sebagai mana yang tertuang pada peraturan pertandingan yang sudah dibuat bersama.
Kami selaku team Official Desa Brangkal kecewa atas ketidak hadiran pihak panitia, dan kami masih menunggu konfirmasi dari pihak panitia pertandingan dan bisa menjelaskan soal keterlibatan Askab pada ajang turnamen AKD cup II Kepohbaru tahun 2023 ,karena sejak awal teknical meeting (TM) ada oknum yang mengatasnamakan Askab pada ajang gelaran tahunan di wilayah kecamatan Kepohbaru ” pungkasnya.(Red).












