BOJONEGORO, – Sarana prasarana pendidikan di kabupaten Bojonegoro saat ini terus di kebut, mulai dari peningkatan kualitas guru hingga pembangunan sekolah.
Seperti proyek pembangunan gedung sekolah Masdarsah Ibtidaiyah ( MI ) Desa Sarangan Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro yang di biayai dari APBD Kabupaten Bojonegoro tahun 2025 , melalui dana aspirasi DPRD Bojonegoro dari Partai Demokrat.
Namun upaya peningkatan kualitas pendidikan tersebut tidak diimbangi dengan adanya pengawasan yang serius. Ironisnya pembangunan MI di Desa Sarangan tak luput dari dugaan mengunakan material sisa dan abaikan keselamatan siswa.
Dari investigasi awak media di lokasi pada Kamis, 28/8/2025 di temukan tumpukan begel bekas sisa bongkaran yang masih nekad di gunakan, hal ini menimbulkan pertanyaan publik untuk dana pembelanjaan barang material yang sudah ditentukan dalam gambar maupun rancangan anggaran belanja (RAB).
Masih di lokasi, terlihat nampak anak -anak didik juga banyak yang bermain di area proyek tanpa adanya rambu yang dipasang demi keselamatan, padahal, dilokasi banyak material paku dan sisa potongan besi yang bisa mencelakai para siswa.
Pembagunan gedung ini dari pokir DPRD Bojonegoro dari Partai Demokrat dan di kerjakan swakelola dan pekerjanya juga warga sini saja” ucap salah satu guru saat dilokasi.
Terkait adanya material bekas pihak Kepala sekolah MI Sarangan Juga membenarkan dan akan di ganti dengan material baru. Akan kami ganti yang baru ” Kata Kepsek.
Dengan adanya kejadian ini, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro segera melakukan evaluasi pengawasan terhadap Kepala Sekolah atau tim Kegiatan agar betul -betul melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana dan memperhatikan anak didiknya agar tidak ada yang bermain di lokasi proyek dan menjaga hal hal yang tidak di inginkan. ( Red )












