Opini…
BOJONEGORO,- Di penghujung tahun 2025, Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro melakukan strategi untuk mencapai penyerapan anggaran dimana setelah disentil Menteri Keuangan Purbaya, Mulai dari Infrastruktur jalan hingga fasilitas umum yang dapat menunjang berbagai aktivitas masyarakat Bojonegoro.
Serapan APBD tercatat baru mencapai 51,56 persen atau Rp 4,02 triliun dari total anggaran Rp 7,8 triliun. Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro terus melakukan percepatan pembangunan infrastruktur, masyarakat sangat menantikan percepatan pembangunan infrastruktur hingga di berbagai tempat.
Di era sebelumnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro memang sudah melakukan upaya percepatan pembangunan infrastruktur jalan dengan metode beton, hingga muncul jargon “Nglenyer”. Saat ini, di era kepemimpinannya Setyo Wahono bersama Nurul Azizah, Pemerintah Daerah kabupaten Bojonegoro juga terus mempercepat konektivitas jalan beton hingga ke pelosok Desa melalui program bantuan keuangan kusus (BKK).
Dengan adanya percepatan pembangunan infrastruktur jalan beton hingga aspal, masyarakat Bojonegoro akan merasakan Jalan halus dan meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.Dengan harapan sesuai jargonnya Bojonegoro “Makmur dan membanggakan”.
Bojonegoro halus, mungkin ini harapan masyarakat di pelosok desa yang ada di Bojonegoro, kedepan, dampak pembangunan infrastruktur bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Bojonegoro .
Jika pembangunan infrastruktur jalan terus dilanjutkan, Bojonegoro Halus ekonomi masyarakat Desa bisa bagus .(*)












