BOJONEGORO- Pekerjaan jalan aspal di Desa Babad Kecamatan kedungadem Kabupaten Bojonegoro, dianggap tipis dan saat ini sudah mengalami keretakan dibeberapa titik.
Keretakan dijalan poros Desa Babad tersebut ada indikasi dalam pengerjaannya tidak sesuai juknis dan RAB yang ada. Hal ini menyebabkan jalan aspal mudah ambles dan dampaknya mengalami keretakan.
Dari pantauan wartawan dilokasi pada (10/8/23), Keretakan parah hampir dibeberapa titik lokasi, padahal pekerjaan jalan aspal tersebut baru saja selesai dikerjakan untuk tahap pertama dari anggaran bantuan keuangan kusus desa (BKKD) tahun 2023.
Bantuan keuangan yang secara teknis,Pemdes harus melakukan pelelangan untuk pelaksanaan pekerjaan , namun hingga saat ini publik belum mengetahui pihak mana yang memenangkan tander lelang Desa tersebut.
Beberapa warga yang melintasi jalan aspal tersebut saat ditanya, tidak berani berkomentar takut dengan pihak Pemdes, namun hanya menyayangkan jalan yang baru saja dibangun sudah rusak dan retak – retak.
Menanggapi jalan aspal yang retak didesanya, Yarbo Kepala Desa Babad saat dikonfirmasi melalui akun WA pribadinya mengelak karena retaknya jalan disebabkan banyak kendaraan muatan tonase berat.
Retak itu karena mobil muat pakan ayam yang mestinya muatan stadart tonase 5 ton apa 6 ton dulu ternyata pabrikan pakan ayam kirimnya 10ton, untuk aspal ya masih masa perawatan cuman kami sendiri juga kasian sama rekanannya kalo warga susah diarahkan dengan tonase” ucap kades. (red).












