Foto- Alat Bantuan IRPOM yang diterima oleh kelompok tani
BOJONEGORO – Pembelanjaan untuk bantuan Irigasi dan Perpompanan (IRPOM) untuk kelompok tani di Kecamatan Kedungadem dan Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, diduga ada arahan pembelian alat oleh oknum konsultan.
Dugaan tersebut mencuat, setelah awak media menelusuri di kelompok tani yang mendapatkan bantuan IRPOM dari kementerian Pertanian melalui Anggaran Pembelanjaan Belanja Negara (APBN) tahun 2026.
Tindakan konsultan yang diduga mengarahkan pembelian alat untuk bantuan pertanian ke toko tertentu merupakan isu serius dan mengarah pada indikasi tindak pidana korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan pelanggaran hukum pengadaan barang/jasa pemerintah.
Sesuai ketentuan, Konsultan perencana atau pengawas bertugas memberikan kajian teknis yang independen. Jika mereka mengarahkan ke satu toko tertentu, ada dugaan kuat mereka menerima komitmen fee, kickback, atau gratifikasi dari toko tersebut.
Praktik pengondisian ini sering kali diikuti dengan penggelembungan harga (mark-up) atau penurunan kualitas alat, sehingga bantuan yang diterima kelompok tani tidak optimal atau cepat rusak.
Seperti yang disampaikan salah satu kelompok tani yang ada di Kecamatan Kedungadem, bahwa secara umum semua sudah melakukan arahan dari konsultan, untuk belanja barang kita diarahkan ke salah satu toko yang jual alat sesuai dengan kebutuhan.
Kami di suruh beli di toko yang menjual alat yang kami butuhkan, bahkan harga tersebut sudah termasuk dengan ongkos pemasangan” ucap Kelompok Tani, Pada Rabu (16/9/26).
Tidak hanya di kelompok tani kami saja, semua kelompok yang mendapat bantuan IRPOM semua belanja ditoko tersebut” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Muslimin, Konsultan bantuan IRPOM yang ada di Kabupaten Bojonegoro saat dikonfirmasi, mengiyakan kalau dirinya yang mengarahkan kelompok untuk belanja di toko yang berada di Kecamatan Tuban, namun dirinya hanya merekomendasikan belanja barang yang diinginkan kelompok, Saya hanya menyuruh belanja barang saja, bukan berarti saya mengondisikan harus beli di toko tersebut, kalau mau konfirmasi tokonya saya kirimi nomer mas” ucap Muslimin.
Namun, saat singgung soal anggaran pemasangan yang include dengan belanja barang, sedangkan di RAB ada anggaran yang tersedia, dirinya hanya merespon dengan mengajak ngopi, bukan menjelaskan teknis yang ada. Monggo kapan- kapan ngopi ” jawabnya singkat.
Hingga kini, awak media masih menelusuri bantuan IRPOM yang sudah diterima oleh kelompok tani dan Gapoktan yang ada di kabupaten Bojonegoro hingga selesai.(*).












