BOJONEGORO – Anggota DPRD Bojonegoro Ahmad Suyono dari Partai NasDem , Sekaligus Petani Angkat Bicara: Persoalan Proyek Irigasi Didukung, Tapi Nasib Petani Mendesak dan harus di perhatikan .Desakan percepatan proyek Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) kini dibarengi dengan seruan langsung dari legislatif yang juga merasakan dampak penutupan irigasi., Jumat (5/12/25).
Ahmad Suyono, anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari daerah pemilihan yang juga berprofesi sebagai petani Desa Ngampal, menyuarakan dilema yang dihadapi Ribuan petani.
Dukungan Pembangunan Versus Realitas Lapangan.
Ahmad Suyono menyatakan dukungannya terhadap pembangunan jaringan irigasi yang bertujuan menjamin kualitas infrastruktur jangka panjang. Namun, Saya menekankan bahwa proyek ini tidak boleh mengorbankan mata pencaharian petani yang kini memasuki musim tanam . Banyak Petani yang kelimpungan lantaran air yang di butuhkan para Petani untuk mengolah lahan tidak sampai pada lahan para petani , baik yang sudah tanam maupun yang belum tanam .
“Saya mendukung proyek ini, akan tetapi kita juga memikirkan bagaimana nasib para petani yang sampai hari ini memasuki musim tanam,” ujar Ahmad Suyono.
Menurutnya, realitas di lapangan sangat memprihatinkan. Hingga saat ini, baru sekitar 30% hingga 40% lahan yang berhasil ditanami. Parahnya, lahan yang sudah ditanami pun kini mengalami kekeringan total karena tidak adanya suplai air.
“Bibit sudah berumur 30 hari lebih, dan saat ini kering karena tidak ada air. Terus terang kasihan petani,” keluhnya. Sebagai Solusi adalah dengan cara ;
“Buka-Tutup” Pintu Air
Untuk menjembatani kebutuhan proyek dan kebutuhan petani supaya sama – sama berjalan dan saling tidak merugikan satu sama lain .
Ahmad Suyono salah satu Anggota DPRD Bojonegoro tiga periode berturut – turut ini , mengajukan solusi yang dianggapnya dapat mengakomodasi kedua kepentingan tersebut:
Pembukaan Pintu Air Berselang (Sistem Buka-Tutup): Ia menyarankan agar pintu air dibuka secara berkala, dengan pola “satu minggu dibuka, satu minggu ditutup.”
Menurut Ahmad Suyono, skema ini memungkinkan air mengalir ke sawah agar tidak kering, sehingga petani dapat menanam padi. Sementara itu, proyek tetap dapat berjalan selama periode penutupan satu minggu.
“Kalau ini dilakukan, proyek bisa jalan dan petani bisa tanam,” tegasnya.
” ya ! , Kami punya tantangan yang luar biasa ,pertama sebagai sesama Petani , yang kedua sebagai Wakil Rakyat , karena Kami sebagai pelayan dari Mereka untuk menyambung keinginan dan kebutuhan Masyarakat tentang kebutuhan para Petani meski itu bukan Komisi Kami .
Menutup pernyataannya, Suyono menantang pihak-pihak yang bertanggung jawab, termasuk BBWS dan Pemerintah Daerah, untuk segera mencari jalan keluar selain usulannya.
“Kalau ada solusi yang lainnya, nggeh Monggo (ya silakan), yang bertanggung jawab tentang ini Siapa ? silahkan di berikan solusi yang terbaik namun jangan sampai terlambat ” tegasnya ( ag / red )












