BOJONEGORO,- Pembangunan infrastruktur dalam naungan Dinas PU Sumber Daya Air Kabupaten Bojonegoro masih terganjal dengan rekomendasi teknis (Rekomtek). Hal ini membuat beberapa pekerjaan belum bisa dipastikan akan dilaksanakan. Bahkan, hampir 20 paket cek dam dipastikan gagal.
Selain itu, pekerjaan strategis di lingkup Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro juga ikut batal, Padahal, kedua proyek tersebut telah dianggarkan masing-masing senilai Rp 7,5 miliar, dengan total mencapai Rp 15 miliar.
Iwan Kristanto Selaku Kabid sumber daya air Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro menjelaskan, saat ini pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan pihak BBWS. Untuk rekomendasi teknis itu kewenangan dari BBWS kepada Kementerian PUPR, sedangkan surat keputusan (SK) pelaksanaan yang menerbitkan pihak Kementerian PUPR, namun hingga saat ini belum juga kami terima surat keputusan (SK) dari Kementerian PUPR ” ujarnya, saat temui Selasa (14/10/25).
Iwan Kris sapaannya mengaku adanya keterlambatan pekerjaan tersebut memang sesuai regulasi administrasi harus dilakukan, dan kami juga terus mempercepat proses administrasi meski hingga saat ini masih belum bisa dilaksanakan. Kami berharap pada akir bulan ini untuk pekerjaan bronjong bisa realisasi” tuturnya.
Secara teknis pekerjaan bronjong bisa kita lakukan meski cuaca dan waktu sudah memasuki akhir tahun, namun, kami optimis bisa melaksanakan kegiatan sesuai dengan prosedur” tukasnya.
Direncanakan, pada proyek Bronjong tahun ini juga masih belum ada surat keputusan (SK) dari Kementerian PUPR , sedangkan untuk pekerjaan cek dam dan dua paket strategis dipastikan batal dilaksanakan.(*).












