BOJONEGORO- Demi kemenangan AMIN di Kabupaten Bojonegoro, Tim relawan Jaringan Nasional (JARNAS) AMIN melakukan silaturahmi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat. Pertemuan berlangsung di ruang Kompleks Masjid Attaqwa, Bojonegoro.Pada Senin (4/12/23) malam.
Dalam pertemuan tersebut, hadir langsung ketua PDM, Soewito, Wakil ketua Ustad Zaenudin serta sejumlah pengurus PDM Bojonegoro serta dari Jarnas AMIN, hadir sekitar 20 pengurus.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) JARNAS AMIN Bojonegoro, Alham M. Ubey, mengatakan, bahwa tujuan silaturtohmi ini demi merajut misi pemenangan AMIN di Bojonegoro dan secara nasional.
“Kita tahu, Muhammadiyah adalah ormas terbesar setelah NU. Warganya besar jumlahnya, maka kami sangat berharap seluruh warga Muhammadiyah mau mendukung pasangan Capres AMIN, pasangan yang menurut saya agamis, nasionalis dan cerdas,” kata Alham.
Bagi warga Muhammadiyah, sosok Anies Baswedan sudah tidak asing lagi. Tanpa penjelasan yang mendalam. Namun, tetap ada kemungkinan ada rayuan, bujukan.dari pihak lain agar Muhammadiyah tidak mendukung Pasangan AMIN. “Namanya politik, tentu mungkin saja ada,” ujar mantan Ketua PANWASLU Kabupaten Bojonegoro pada Pilpres 2004 dan 2009 ini.
Ditambahkan Alham, JARNAS AMIN tak hanya ke Muhammadiyah saja dalam upayanya menggalang suara untuk AMIN. Tapi juga ke Ormas-Ormas lain dan beberapa tokoh agama, yang punya basis massa.
Sementara, ketua PDM Bojonegoro Soewito mengatakan, bahwa secara organisasi, Muhammadiyah netral tidak berpolitik praktis. “Namun secara pribadi-pribadi kan bebas memihak siapa,” kata Soewito.
Yang pasti, menurutnya, warga Muhammadiyah sudah cerdas untuk memilih calon pemimpin yang berkualitas, baik secara intelektualitasnya maupun secara agamisnya.
“Warga Muhammadiyah, kita kasih wawasan dalam memilih calon pemimpin. Terutama dan utama, agamisnya bagamana, kualitas intelektualnya bagaimana serta kemampuan kepemimpinannya bagaimana. Menurut saya sih, pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar yang punya kelebihan semua itu,” tegasnya.
Ia berharap, seluruh rakyat Bojonegoro khususnya, bisa memilih pasangan Capres yang disebutkan kriterianya tadi. “Jadi tak hanya warga Muhammadiyah saja, tapi warga dan umat yang lain hendaknya cerdas dan pakai akal sehat dalam memilih calon pemimpinnya. Kalau ada yang berkualitas, masak mau pilih yang hasil karbitan,” kata Soewito. ( ag / red ).












