Bojonegoro- Gapoktan Desa Megale Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro merasa risih dengan ulah oknum yang mendatangi pihaknya dan mengaku sebagai Anggota Polres Bojonegoro.
Kedatangan oknum tersebut lantaran gapoktan tersebut mendapatkan bantuan berupa alat pertanian yakni Combine pada tahun 2022 kemarin, oknum yang mengaku anggota tipikor polres Bojonegoro datang adanya informasi yang tak lain menawarkan kerja sama dan membantu agar permasalahan di wilayah gapoktan bisa diatasi, padahal di gapoktan Desa Megale tidak ada permasalahan yang sangat pelik.
Seperti yang disampaikan Suraji Kepala Desa Megale, pada (4/4/23) dirinya menjelaskan ketua gapoktan saat ini sudah melakukan kordinasi dengan pihak Polres Bojonegoro, adanya oknum yang mendatangi dirinya dan mengatasnamakan institusi kepolisian.
Awalnya, BD oknum yang mengaku Tipikor tersebut datang ke gapoktan mengaku kalau ada permasalahan dan bisa jadi ada demo besar menuntut ketua gapoktan atas bantuan Combine, dengan dalih bisa mengondikasikan tidak terjadi demo, oknum tersebut meminta sejumlah uang sebagai jaminan agar tidak terjadi demo” tuturnya.
Suraji mengatakan, kasus ini sudah kami kordinasikan kepada pihak Kepolisian agar segera ditindaklanjuti dan tidak meresahkan warga.
Selain itu, adanya Combine bantuan untuk gapoktan di desa Megale tidak disewakan pada pihak luar, hal ini kami perlu jelaskan bahwa sesuai hasil musyawarah bersama gapoktan dan anggota selama panen raya di wilayah desa Megale sudah selesai maka Combine tersebut dibuat bekerja diluar desa agar gapoktan bisa mendapatkan masukan untuk pengelolaan khas gapoktan.
Gapoktan sendiri ingin membeli kendaraan pengangkut Combine yang selama ini masih sewa kalau mau dibuat mengalihkan Combine dari satu tempat ke tempat yang lainnya ” jelasnya.
Gapoktan desa Megale alhamdulillah saat ini masih dalam kordinasi yang baik dan selalu mengedepankan musyawarah dalam memutuskan persoalan ditingkat gapoktan ” Ucap Suraji.
* foto ilustrasi.












