BOJONEGORO – Misteri Sendang Kepil atau biasa di sebut Sumur Kotak yang berlokasi di wilayah pangkuan hutan KRPH Jeblokan BKPH Cebung KPH Bojonegoro , tepatnya di Dusun Janurejo Desa Ngorogunung Kecamatan Bubulan , ini sering memakan korban dan terjadi kecelakaan. Dengan seringnya terjadi kecelakaan maka masyarakat desa beserta seluruh perangkatnya melakukan Ruwatan dengan mengadakan Istighosah dan Tahlil bersama , 02 Maret 2023.
Kegiatan Istighosah dan Tahlil yang di ikuti ratusan masyarakat setempat ini bertujuan supaya tidak lagi terjadi kecelakaan pengendara yang melintas di area tersebut , baik itu kecelakaan tunggal maupun bertabrakan dengan kendaraan lain. Karena seringnya terjadi kecelakaan di area tersebut maka pemerintah desa beserta tokoh masyarakat sepakat meruwat Sumur Kotak atau Sendang Kepil ini supaya terhindar dari maut.
Konon menurut salah satu sesepuh dan banyak cerita masyarakat bahwa sering terjadinya kecelakaan ini di sebabkan penunggu dari Sendang Kepil atau Sumur Kotak , tidak mau terganggu oleh kendaraan yang lewat di area tersebut .
Masih menurut warga setempat bahwa sekitar Sendang Kepil atau Sumur Kotak ini dulu pernah di jadikan tempat pembantaian manusia secara masal ketika pada Zaman PKI , sehingga di anggap rohnya masih gentayangan dan belum sempurna . Ini terbukti sekitar 200 meter dari lokasi tersebut terdapat beberapa makam yang sampai saat ini masih ada dan tidak terurus.
Pada kegiatan Istighosah dan Tahlil kali ini di pimpin langsung oleh pengasuh pondok pesantren Umi Khamillah , Kyai Sadiran dari desa Ngorogunung . Sebelum pelaksanaan Istighosah dan Tahlil , kepala desa Ngorogunung Karti , berpesan kepada yang hadir , setiap melintas jalan ini harap berhati – hati dan waspada , selain jalannya banyak belokan dan banyak belukar maka pandangan arah depan tidak bisa menjangkau lebih jauh ” tuturnya .
Dengan pandangan yang terbatas maka kalau melintas jangan terlalu kencang . Saya berharap Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam hal ini Dinas Perhubungan untuk segera memasang rambu – rambu lalu lintas , atau pembatas jalan ” di karenakan jalan ini merupakan area Black Spot ” ungkapnya.
Sementara Kyai Sadiran yang juga pengasuh pondok pesantren Umi Kamillah berharap dengan diadakannya do’a bersama ini semoga kedepan tidak terjadi lagi musibah yang menimpa para pengguna jalan yang setiap saat melintas di lokasi ini.
Hadir pula dalam kegiatan do’a bersama , FORPINCAM Bubulan , Karyawan Perhutani KPH Bojonegoro Tokoh Agama , tokoh Masyarakat dan adat juga Karang Taruna dan para Santri serta Ibu – Ibu jamah Tahlil desa setempat. ( ag / red ).












