BOJONEGORO,- Pelaksanaan kegiatan infrastruktur berupa jembatan di Kabupaten Bojonegoro masih dalam tahap perencanaan hingga lelang. Hal ini membuat publik masih meragukan kesiapan hingga penyelesaian pekerjaan, mengingat saat ini sudah memasuki akhir bulan Agustus tahun 2025.
Selain waktu, cuaca ekstrem menjadi salah satu kunci utama dalam penyelesaian pekerjaan, lambatnya proses lelang yang saat ini dilakukan, para penyedia jasa Kontruksi banyak yang memilih lokasi yang strategis. Akibatnya, paket jembatan yang saat ini dilakukan lelang minim peminat.
Dari Laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Pada Senin (18/8/25) ada sekitar 50 Paket Jembatan yang bakal di laksanakan di tahun 2025, dari sekian banyak paket jembatan, baru di updet di laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) kabupaten Bojonegoro sekitar 13 Paket dilakukan Retender.
Ini membuktikan bahwa, lambatnya proses menjadi pemicu munculnya berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan, Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro harus betul-betul selektif dalam memilih penyedia jasa Kontruksi dalam proses lelang.
Arik Kasi Jembatan Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Kabupaten Bojonegoro saat dikonfirmasi perihal adanya paket jembatan yang masih belum dilaksanakan, hingga berita ini ditayangkan masih belum ada tanggapan.(*).












