Pembelian Mobil Dinas Camat Jadi Pro dan Kontra

admin
IMG 20221123 WA0073

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan jika pengadaan mobil dinas baru bagi camat se-Kabupaten Bojonegoro sudah sesuai aturan.

Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Djuana Poerwiyanto menyampaikan, pengadaan kendaraan dinas baru untuk para Camat di Bojonegoro tersebut dilakukan melalui aplikasi belanja online atau e-Katalog Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

“Sedangkan, anggaran pengadaan puluhan mobil dinas baru itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro Tahun 2022,” tegasnya.

Menurutnya, pembelian mobil dinas merek Toyota Rush tersebut juga sudah sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku bagi pejabat eselon III pemerintah daerah.

Dia menegaskan, jika pembelian mobil dinas baru sudah sesuai dengan Perpres dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dengan harga per unit sebesar Rp 275.000.000.

Sedangkan anggaran yang digunakan untuk pembelian 28 merek Toyota Rush lengkap dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) warna merah berasal dari APBD Perubahan tahun 2022 sebesar Rp7,8 miliar.

Sementara itu, Ketua DPRD Bojonegoro, Abdulloh Umar menyatakan jika pembelian mobil dinas tersebut telah disetujui oleh Badan Anggaran DPRD Bojonegoro.

“DPRD mensetujui pengadaan mobil dinas yang baru bagi para camat di Bojonegoro karena memang yang lama tidak layak pakai,” ungkapnya.

Anggaran pengadaan mobil dinas tersebut disetujui melalui Perubahan APBD 2022. Terlebih, untuk mobdin lama keluaran tahun 2012 yang tidak lagi layak dipergunakan saat berdinas.

“Karena kondisi mobil yang kurang maksimal saat digunakan untuk operasional itulah, Pemkab Bojonegoro akhirnya mengajukan pengadaan mobdin baru,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya kendaraan dinas yang baru ini semua Camat di Bojonegoro bisa bekerja dengan maksimal di wilayahnya masing-masing.

Sementara Wakil Bupati Bojonegoro , Budi Irawanto mengatakan bahwa pembelian Mobil Dinas baru bagi Camat adalah kurang tepat. Ini terkesan menghambur – hamburkan uang APBD saja di karenakan Pemerintah Daerah kurang bisa mampu menyerap anggarannya sampai akhir tahun ,

Selain itu lebih baik anggaran ini di pakai untuk mengentas kemiskinan yang ada di Bojonegoro , daripada di pakai untuk pembelian mobil dinas baru . Padahal mobil dinas yang di pakai saat ini masih layak untuk melakukan perjalanan dinas bagi Camat.

Budi Irawanto berpesan bahwa pejabat pemerintah Kabupaten Bojonegoro jangan bergaya hidup mewah , lebih baik sederhana saja dan jangan membuat Cemburu masyarakatnya , yang saat ini masih perlu uluran tangan dari pemerintah.

Sudah sangat jelas bahwa pasca pandemi Covid – 19 warga masyarakat Bojonegoro sangat terpuruk ekonominya , lebih baik untuk mengentas kemiskinan dan peningkatan SDM masyarakatnya daripada uang APBD ini untuk bergaya hidup mewah ” pungkasnya. ( ag / red )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *