Ragam  

Ketersediaan Air Waduk Pacal Menipis, UPT PSDA WS Bengawan Solo Bojonegoro Tekankan Petani Tanam Polowijo

admin
IMG 20260629 WA0006

         Rakor Ketersediaan Air di Aula             UPT PSDA WS Bengawan Solo            Bojonegoro (Dok).

BOJONEGORO – Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air, UPT PSDA WS Bengawan Solo menggelar rapat koordinasi ketersediaan air waduk untuk menghadapi masa tanam ketiga (MT 3) pada Senin (20/6/26).

Kegiatan ini merupakan bagian dari memetakan tanaman sesuai dengan rencana tata tanam global (RTTG), dan mengacu pada keputusan Gubernur Jawa Timur, untuk masa tanam ketiga (MT3) yakni Polowijo sekitar 16.633 Ha.

Teguh Prasetyo Kasi OP UPT PSDA WS Bengawan Solo Bojonegoro mengatakan, dengan kondisi waduk pacal per tanggal 29 Juni 2026 elevasi sekitar 112.8 M3 dengan volume 14.606.000 juta M3.

Sesuai dengan prakiraan BMKG, ada kemunculan elnino hingga akhir tahun sekitar 50 hingga 60 persen. Sedangkan untuk puncak kemarau diperkirakan di bulan Agustus hingga Oktober 2026 mendatang ” ucap Teguh.

Kondisi ini jika nantinya petani masih memaksa untuk tanam padi di MT 3, pihak GHIPPA harus membuat surat pernyataan ketika ada kegagalan panen, karena ini bukan dari bagian dari rekomendasi UPT PSDA WS Bengawan Solo Bojonegoro” tambahnya.

Teguh Prasetyo memastikan, dengan kondisi waduk pacal sekitar 10 hingga 11 juta M3 dan 3,5 juta M3 dari waduk Gongseng, ini sangat rentan terhadap kegagalan panen jika masih memaksa untuk tanam padi di MT 3.

Untuk pelayanan air MT 2 ini masih berlangsung satu kali layanan, dan sesuai kesepakatan akan di laksanakan selama 10 hari kedepan mulai pada 2 juli 2026″ tutupnya.

Sementara, Sundarto GHIPPA Bendung Mekuris mengungkapkan, untuk tetap mendukung keputusan hasil rapat koordinasi ketersediaan air waduk pacal yang dilaksanakan hari ini, namun, pihak UPT PSDA WS Bengawan Solo Bojonegoro segera melakukan evaluasi menyeluruh pompanisasi di aliran pacal dan mendata ulang polowijo agar kebutuhan air untuk MT 3 betul- betul terpenuhi dengan baik” ucapnya.

Hadir dalam kegiatan Dinas PU SDA Bojonegoro, Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian Bojonegoro, PPK OP IV BBWS Bengawan Solo, seluruh GHIPPA di Aliran Sungai Pacal pengamat dan juru di wilayah daerah irigasi pacal. Koramil Balen, Koramil Kanor, Koramil Sukosewu.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *