Ragam  

Keruh Berbau Tak Sedap, Kondisi Air Aliran Sungai Pacal di Desa Kabunan Bojonegoro Dikeluhkan Warga

admin
IMG 20260811 WA0007

BOJONEGORO – Dugaan pencemaran aliran sungai pacal yang melintas di wilayah Desa Kabunan, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, terus menjadi sorotan. Warga melaporkan kondisi air sungai yang berubah warna menjadi keruh dan gelap, berbau tidak sedap, serta sering muncul buih dan endapan yang mengapung di permukaan air.

Kondisi ini diduga kuat berasal dari pembuangan limbah yang berasal dari aktivitas industri tepung “tahu ” skala rumahan yang beroperasi di sekitar bantaran sungai, yang membuang sisa produksi langsung ke aliran air tanpa melalui pengolahan yang memadai.

Saat dikonfirmasi terkait kondisi tersebut, Kepala Desa Kabunan memberikan penjelasan yang berbeda dengan dugaan warga.

“Ya Mas, kalau di musim kemarau ya seperti itu kondisi airnya, banyaknya limbah rumah tangga,” ujar Kepala Desa Kabunan secara singkat kepada awak media.

Penjelasan ini pun memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Pasalnya, warga yang tinggal di sekitar lokasi mencurigai adanya sisa bahan produksi yang ikut terbuang ke sungai, bukan sekadar limbah dari aktivitas rumah tangga biasa. Warga mengkhawatirkan dampak yang ditimbulkan dapat membahayakan kesehatan serta merusak lahan pertanian dan sumber air yang selama ini dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Merespons dugaan tersebut, awak media telah mengajukan pertanyaan konfirmasi secara resmi kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro pada hari Senin,( 10/8). Beberapa hal yang diklarifikasi antara lain menyangkut pengetahuan instansi atas permasalahan ini, rencana peninjauan lapangan, status perizinan pengelolaan lingkungan usaha yang diduga menjadi sumber pencemaran, serta langkah penanganan yang akan diambil.

Namun hingga berita ini diturunkan,Selasa, (11/8/2926) belum ada tanggapan atau jawaban yang disampaikan oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro atas konfirmasi yang telah disampaikan. Masyarakat berharap instansi terkait segera meninjau langsung ke lokasi, membuktikan kebenaran sumber pencemaran, dan mengambil langkah tegas agar kerusakan lingkungan tidak semakin meluas.

Awak media akan terus memantau perkembangan permasalahan ini dan menunggu tanggapan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *