Ragam  

Buntut Kericuhan, Laga Tarkam Putra Bangsa Cup II di Desa Talun Tercoreng , Teknologi VAR dan Perangkat Pertandingan Jadi Sorotan

admin
Oplus
Oplus_16908288

BOJONEGORO – Buntut kericuhan Putra Bangsa Cup II 2026 di Desa Talun, Kecamatan Sumberrejo, Kamis, 20/8/2026  lalu, Pertandingan Tunas Sakti Pejambon vs Karangdowo FC dimenangkan Karangdowo FC dengan walk out (WO).

Kemenangan atas Karangdowo FC tersebut dikarenakan adanya insiden dan Tunas Sakti Pejambon, memutuskan untuk tidak melanjutkan permainan.

Keputusan wasit yang dinilai lambat dan tidak tegas, seolah berpihak pada satu tim, memicu kekecewaan ofisial, pemain, hingga penonton.

Padahal di ajang tarkam ini sudah menggunakan teknologi VAR, sehingga insiden dan pelanggaran seharusnya dapat terdeteksi secara jelas. Namun lambatnya keputusan wasit pertandingan membuat situasi semakin memanas.

Pasca kejadian, warga menyayangkan jalannya turnamen tarkam tersebut. Sorotan mengarah pada dugaan adanya praktik perjudian di balik pertandingan, hingga kinerja wasit dan panitia penyelenggara.

Indikasinya mulai dari pola permainan yang dinilai janggal, hingga dugaan adanya campur tangan pihak tertentu dalam mengatur hasil pertandingan. Bahkan mencuat juga dugaan pemberian uang kepada perangkat pertandingan.

Di lokasi pun tidak ditemukan spanduk atau imbauan tegas dari panitia terkait larangan praktik perjudian.

“Turnamen tarkam harusnya jadi hiburan dan pembinaan. Jangan sampai jadi ajang taruhan yang merusak mental pemain dan suporter,” ujar salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Hingga saat ini, dugaan tersebut masih perlu pembuktian dan klarifikasi dari pihak terkait.

Di sisi lain, masyarakat dan pemerhati sepak bola Bambang mendesak ASKAB PSSI Kabupaten Bojonegoro segera turun tangan.

Mereka meminta dilakukan investigasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Putra Bangsa Cup II 2026. Evaluasi juga perlu dilakukan terhadap kinerja wasit, VAR, dan panitia yang dinilai gagal menciptakan pertandingan yang sportif.

Banyak pihak berharap ASKAB PSSI memberikan sanksi tegas dan membuat regulasi yang lebih ketat untuk turnamen tarkam ke depan. Tujuannya agar kompetisi desa bisa berjalan fair play dan terbebas dari intervensi judi.

Jika tidak segera ditindak, marwah olahraga rakyat di Bojonegoro dikhawatirkan akan semakin rusak.

Menanggapi insiden tersebut, Zainudin, Panitia penyelengara Putra Bangsa Cup II 2026, saat ditemui menyampaikan, bahwa secara umum pertandingan antara Tunas Sakti Pejambon VS Karangdowo FC sudah tidak ada permasalahan yang serius. Kedua tim sudah menandatangani surat berita acara dan tidak ada lagi gugatan pasca insiden.

Kedua tim sudah menandatangani surat berita acara dan memutuskan untuk tidak ada lagi gugatan ” ucap Zainudin, Pada Jumat (21/8/266).

Zainuddin menambahkan, adanya teknologi VAR yang selama ini menjadi sorotan media soal insiden yang tidak terekam kamera, kedua tim sudah melakukan pengecekan seluruh rekaman video dan hasilnya memang tidak ada insiden yang ramai diberitakan sebelumnya.

Pertandingan selanjutnya yakni babak final akan tetap berlanjut sesuai dengan jadwal pada Minggu (23/8/26) mendatang dengan mempertemukan Karangdowo FC VS Sumberrejo FC” tutupnya.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *