Diklat JM 1 Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kwartir Daerah Bojonegoro sukses digelar di MIM 12 Sumuragung, Kec. Sumberrejo Kab. Bojonegoro, (27–31/7/2026) ( Foto- Machmud Shofi).
BOJONEGORO -Diklat Jaya Melati 1 (JM 1) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kwartir Daerah Bojonegoro telah sukses digelar di MIM 12 Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro, (27–31/7/2026)
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mencetak kader pelatih Hizbul Wathan yang memiliki kompetensi, dedikasi dan semangat pengabdian yang tinggi. Mengusung tema “Sinergi Pelatih Hizbul Wathan: Kreatif, Adaptif, dan Siap Mencetak Generasi Emas”, seluruh peserta mengikuti rangkaian pendidikan, pelatihan dan praktik kepanduan dengan penuh semangat.
Acara juga diwarnai dengan prosesi serah terima panji oleh Suyuthi Kwarda HW Bojonegoro kepada Fathurrahim Syuhadi selaku Kwartir HW Jawa Timur sebagai simbol estafet kepemimpinan, tanggung jawab, serta komitmen untuk terus mengembangkan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan di Kabupaten Bojonegoro.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi kepemimpinan, keorganisasian, teknik kepanduan, serta pembinaan karakter yang diharapkan mampu memperkuat kualitas pelatih Hizbul Wathan di masing-masing kwartir dan qabilah.
Apresiasi Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur
Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan (Kwarwil HW) Jawa Timur, Fathurrahim Syuhadi, menegaskan “bahwa perkaderan Hizbul Wathan
menjadi budaya yang terus hidup dalam organisasi. Perkaderan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi menjadi budaya organisasi. Dengan budaya perkaderan yang kuat, regenerasi kepemimpinan dan pembinaan di HW akan terus terjaga,” ungkapnya
Menurut penulis buku Jejak Sejarah Hizbul Wathan Jawa Timur ini, Jaya Melati I merupakan model perkaderan resmi Hizbul Wathan yang dirancang untuk mencetak calon pembina di setiap qobilah. Keberadaan pembina yang kompeten menjadi kebutuhan yang sangat mendesak agar proses pendidikan kepanduan di tingkat qobilah dapat berjalan secara optimal. Katanya
Fathurrahim Syuhadi menjelaskan, saat ini jumlah pelatih dan pembina lulusan Jaya Melati I masih jauh dari kebutuhan. Rasio antara jumlah peserta didik dengan pelatih di banyak qobilah dinilai belum seimbang sehingga memerlukan percepatan kaderisasi.” Ungkapnya
Karena itu, Fathurrahim menilai “penyelenggaraan Pelatihan Jaya Melati I oleh Kwarda HW Bojonegoro merupakan momentum yang sangat strategis. Langkah tersebut menunjukkan keseriusan Kwarda Bojonegoro dalam menjadikan perkaderan sebagai program prioritas untuk memperkuat organisasi di masa depan.” Aturnya
“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kwarda Hizbul Wathan Bojonegoro yang telah menyelenggarakan Jaya Melati I. Semoga menjadi awal yang baik untuk melahirkan kader-kader pembina yang tangguh dan berkomitmen mengembangkan Hizbul Wathan di setiap qobilah,” harapnya.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro yang telah memberikan dukungan penuh. Pelatihan Jaya Melati I juga dihadiri sejumlah tokoh senior Hizbul Wathan. Di antaranya Ramanda Sa’dullah, yang kini berusia 80 tahun dan pernah menjabat sebagai Ketua Kwarda HW Bojonegoro. Kehadiran tokoh senior menjadi inspirasi sekaligus bukti kesinambungan perjuangan kader Hizbul Wathan dari generasi ke generasi.” Katanya
Melalui pelatihan ini diharapkan lahir pembina-pembina baru yang mampu menggerakkan qobilah secara aktif, memperkuat karakter kader, serta menjadikan budaya perkaderan sebagai fondasi utama kemajuan Hizbul Wathan di Bojonegoro maupun Jawa Timur.” Pungkasnya
Sebelum Jaya Melati 1 usai, diberikan awarding dari 5 regu. Peringkat pertama regu merah, peringkat kedua regu kuning, peringkat ke tiga hijau, keempat hitam dan kelima putih. Masing-masing regu mendapatkan “kalung Awarding” sebagai tanda penghargaan.
Pungkas acara diakhiri dengan serah terima panji kembali oleh Fathurrahim Syuhadi,selaku Kwartir HW Jawa Timur kepada Ahmad Syafi’i selaku Kwarda HW Bojonegoro sebagai simbol berakhirnya rangkaian Diklat JM 1 Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan di Kabupaten Bojonegoro.
Kontributor Machmud Shofi.












