BOJONEGORO,- Senin petang (8/12/2025) mencatatkan kembali babak muram di jantung Kota Bojonegoro. Hujan yang turun sejak siang tak pernah benar-benar memberi jeda. Langit hanya menggelap, kemudian menumpahkan air seolah tanpa akhir. Dari jalan-jalan kecil hingga persimpangan besar, kota terasa seperti mengeja ulang kisah yang sama: genangan yang datang terlalu cepat.
Di Pertigaan Pangsud (Panglima Sudirman), tepat di depan RS Aisyiyah, air kembali menumpuk, merayap dari tepi jalan hingga menutup sebagian badan jalan. Arus kendaraan melambat, beberapa motor terhenti, sementara pengemudi mobil memilih bersabar daripada mengambil risiko.
Video warga yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi jalan yang nyaris seperti aliran sungai kecil. Di dalamnya tertulis keluhan yang mencerminkan suara masyarakat:
“Pembangunan drainase blm ngefek.”
Keluhan itu bukan tanpa alasan. Genangan yang muncul hanya beberapa jam setelah hujan deras menandakan bahwa sistem drainase yang baru dibangun belum mampu mengemban tugasnya secara optimal.
Seorang warga yang melintas menuturkan sambil menepi dari genangan, “Sudah lama titik ini jadi langganan banjir kilat. Katanya drainase baru sudah selesai, tapi ya lihat sendiri air masih numpuk begini.”gumamnya.
Sementara itu, keluarga pasien RS Aisyiyah tampak berhati-hati turun dari kendaraan, mengangkat rok atau celana mereka sedikit lebih tinggi agar tidak tersapu genangan. Beberapa pengendara motor memilih putar balik, mencari jalur alternatif untuk menghindari risiko mogok.
Petang itu, langit tetap menutup rapat. Hujan turun tanpa kompromi, menyisakan Bojonegoro dalam ritme lambat antara genangan, lampu kendaraan yang memantul di permukaan air, dan warga yang hanya bisa berharap: semoga perbaikan drainase yang dijanjikan benar-benar bekerja sebelum musim hujan mencapai puncaknya.
Publik masih terus menunggu gebrakan aksi Pemerintah Daerah dalam melakukan evaluasi terhadap banjir yang selalu datang saat hujan turun tiba.(Tg/ red).












