Bojonegoro – Pasca Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro menetapkan 140 orang menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilu 2024 yang dilaksanakan pada Hari Rabu 14 Desember 2022 di Kantor KPU Kabupaten Bojonegoro,dan akan dilanjutkan agenda pelantikan pada 04 Januari 2023 mendatang.
Ada sejumlah peserta yang mempertanyakan soal hasil tes yang di lakukan oleh pihak KPU Bojonegoro terlihat dugaan ada indikasi kecurangan pada saat menguji kemampuan peserta, Hal ini lantaran saat mengikuti tes CAT para peserta yang mendapat nilai tertinggi justru gugur dalam tes wawancara yang seharusnya menjadi bagian dan pertimbangan bahwa nilai tertinggi menjadi acuan untuk evaluasi saat memutuskan kelolosan peserta PPK.
Muncul beberapa asumsi bahwa nilai tertinggi dalam tes CAT bukan menjadi dominan untuk lolos menjadi calon PPK .
Setelah ditetapkannya PPK , sempat menjadi topik hangat dan pembahasan antar sesama peserta hingga kalangan umum. Ada yang mengatakan bahwa banyak indikasi yang mengarah pada titipan dan Kridibilitas KPU Bojonegoro,namun itu semua tidak asal menuduh karena semua harus bisa dibuktikan dengan data dan fakta.
Seperti dua nama calon PPK yang masuk ke redaksi yakni ,
1. Nama : fachrurrozi
PPK kec : baureno
Kab. : bojonegoro
Nilai. : 92
No urut. : 1
2 Nama. : bambang wa
hyuana
PPK kec : kepohbaru
Kab. : bojonegoro
Nilai. : 92
No urut. : 2
Dua nama ini mencuplik dari sekian peserta yang mendapat nilai tertinggi harus rela gugur pada saat tes wawancara.
Komisioner KPU Bojonegoro Divisi Partisipasi Masyarakat, Pendidikan Pemilih dan SDM Mustofirin saat dikonfirmasi wartawan ini Pada (15/12/2022) menyampaikan bahwa,memang nilai tertinggi saat tes CAT menjadi pertimbangan dan acuan kami,namun tes wawancara juga tidak lepas dari tahapan pelaksanaan perekrutan PPK.
Nilai tertinggi pada saat tes CAT juga menjadi pertimbangan dan tes wawancara juga menjadi bagian penting pada perekrutan PPK ” jelas Mustofirin.(red).
Foto – ilustrasi..












