Ragam  

Pembayaran Dana Keamanan Terlambat, KPH Padangan Mediasi LMDH Dengan PT WDM

admin
IMG 20220928

Bojonegoro -Kegelisahan yang di alami beberapa LMDH di wilayah KPH padangan Kabupaten Bojonegoro ,perihal keterlambatan pembayaran dana keamanan dari agroforestry tebu serta perjanjian kontrak kerjasama antara Perhutani dengan PT Wahyu Daya Mandiri (WDM) terjawab sudah dengan telah diadakannya pertemuan dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) terkait yang di mediasioleh pihak Perhutani, pada Senin 26 September 2022 di Aula KPH Padangan.

Administratur Perhutani KPH Padangan Wisik Sugiarto, ketika di temui awak media ini menyampaikan bahwa, perjanjian Kerjasama (PKS) Agroforestry Tebu antara Perhutani dengan PT
WDM yang berakhir pada Juni tahun 2022 dan saat ini PKS tersebut sedang dalam proses perpanjangan oleh Kantor Perhutani Divisi Regional Jawa Timur di Surabaya.

Dan selanjutnya hasil dari mediasi tersebut, Perhutani KPH Padangan akan membantu secepat mungkin dengan menghubungi pihak pengelola dalam hal ini WDM untuk segera melakukan pembahasan terkait dengan kewajiban membayar Dana Pembangunan Hutan (DPH) serta Dana Keamanan yang menjadi hak LMDH yang belum terpenuhi sampai sekarang.

Seperti di beritakan kemarin bahwa masih terdapat tunggakan dana Keamanan dari agroforestry
tebu yang menjadi hak LMDH, kami berusaha untuk memfasilitasi supaya secepatnya terbayarkan di
karenakan LMDH adalah mitra kami Perhutani, apapun bentuk dari permasalahan yang ada kami
selalu berkoordinasi demi kebaikan bersama dan syukur alhamdulillah semuanya sudah beres mas” tuturnya.

Ketua LMDH Manunggal Tani Jaya Heli Supangat ketika di konfirmasi awak Media ini lewat sambungan telepon mengatakan , kami tidak keberatan aktifitas apapun yang di lakukan di petak pangkuan Kami asalkan hak – hak kami terpenuhi sesuai perjanjian kontrak kerjasama yang telah di
sepakati. Kami sebagai Mitra dari Perhutani bertujuan untuk saling bekerjasama dengan baik demi
kesejahteraan bersama” ungkapnya.

Sementara Ketua LMDH Indah Bersemi Sugianto berharap jangan ada dusta di antara kita , apabila kewajiban sudah kami lakukan seyogyanya hak Kami juga harus di perhatikan . Ini semua supaya
seluruh program yang ada bisa berjalan dengan baik sesuai target.Tidak hanya program ketahanan pangan Nasional saja yang di perhatikan fungsi hutan pun juga harus kita rawat dan jaga sebaik mungkin demi kelangsungan ekosistem yang ada . Apabila hutannya
lestari saya yakin Rakyatpun pasti ikut mukti mari Kita Ciptakan Mata Air dan jangan Ciptakan Air mata”Pungkasnya. ( Ag

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *